Percaya tidak percaya, tak semua orang menganggap pengembangan diri itu baik. Komentar dari seorang teman sempat membuat saya berpikir. Ucapnya, "Ngapain harus susah-susah memasang target ini dan itu? Hidup itu mengalir. Just enjoy your life and be yourself!"

Konflik antara pengembangan diri dan penerimaan diri sekilas terdengar dungu. Namun begitulah kenyataannya. Ini adalah suatu realita yang selama ini bahkan tidak terpikirkan oleh saya. Malam tadi saya mencoba untuk menggali lebih dalam kedua konsep ini. Manakah yang lebih baik antara menerima diri apa adanya dan mengembangkan diri? Bisakah keduanya selaras?


[baca selengkapnya]

Mahasiswa umumnya lebih suka menjadi bangsawan (bangsane tangi awan) yang bangun setelah matahari terbit. Sementara saya agak berbeda, saya selalu bangun pada pukul 04.00 dini hari dan memulai aktivitas saya saat itu juga, termasuk membuat draft tulisan ini.

Pada umumnya mereka bangun siang karena mereka terbiasa bekerja di waktu malam, terutama programmer. Sebenarnya tidak masalah apabila anda enjoy melakukannya. Pada tulisan ini, saya hanya akan memberikan pandangan pribadi tentang mengapa bangun pagi memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kondisi fisik dan produktivitas saya selama ini.


[baca selengkapnya]

Seratus? Apa nggak kebanyakan? Pertama sih sebenarnya saya mau menulis 10, tapi keliru ketik jadi 100. Lucunya, kemudian saya berpikir, "Hell no! I can mention a hundred anyway!" Sekarang masalahnya tinggal bagaimana saya menulisnya satu per satu.

Semua orang pernah merasa jenuh atau bosan. Demikian pula dengan saya. Dengan mengenali hal-hal apa saja yang bisa membuat saya merasa nyaman, kita mampu mengurangi perasaan tidak enak. Banyak hal yang bisa mewarnai hari-hari kita yang terasa suntuk. Berikut ini seratus hal yang dapat mencerahkan keseharian saya. Semoga memberi inspirasi.


[baca selengkapnya]