Percaya tidak percaya, tak semua orang menganggap pengembangan diri itu baik. Komentar dari seorang teman sempat membuat saya berpikir. Ucapnya, "Ngapain harus susah-susah memasang target ini dan itu? Hidup itu mengalir. Just enjoy your life and be yourself!"

Konflik antara pengembangan diri dan penerimaan diri sekilas terdengar dungu. Namun begitulah kenyataannya. Ini adalah suatu realita yang selama ini bahkan tidak terpikirkan oleh saya. Malam tadi saya mencoba untuk menggali lebih dalam kedua konsep ini. Manakah yang lebih baik antara menerima diri apa adanya dan mengembangkan diri? Bisakah keduanya selaras?


[baca selengkapnya]

Banyak orang punya harapan dan tujuan. Namun tak semua sanggup mencapainya. Langkah awal yang problematik namun kerap diabaikan adalah metode untuk menentukan target. Banyak target yang didefinisikan secara kurang akurat menyebabkan tujuan menjadi sulit tercapai.

Di dalam Manajemen Proyek ada istilah SMART planning, yaitu : Specific, Manageable, Achievable, Realistic, dan Timely. Hal yang serupa dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Di gerbong kereta api Lodaya kemarin sore, saya mencoba merancang sebuah formula baru yang lebih sesuai untuk merancang target pribadi. Saya menyebutnya sebagai rumus PINTAR.


[baca selengkapnya]

Bulan Januari diambil dari istilah Janus, dewa gerbang dalam mitologi Romawi Kuno. Ia dikisahkan sebagai sosok berwajah dua yang membuatnya dapat menatap ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Ialah penjaga perbatasan antara memori dan misteri.

Tahun 2008 adalah memori. Tahun 2009 adalah misteri. Resolusi awal Januari merupakan bagian dari tradisi Romawi Kuno yang sedikit banyak punya nilai positif. Setelah menulis perihal flashback untuk tahun 2008, sekarang giliran saya untuk mendeklarasikan resolusi serta harapan saya untuk tahun 2009. Ini bukan soal ramalan Mama Lauren. Ini soal komitmen.


[baca selengkapnya]

Mahasiswa umumnya lebih suka menjadi bangsawan (bangsane tangi awan) yang bangun setelah matahari terbit. Sementara saya agak berbeda, saya selalu bangun pada pukul 04.00 dini hari dan memulai aktivitas saya saat itu juga, termasuk membuat draft tulisan ini.

Pada umumnya mereka bangun siang karena mereka terbiasa bekerja di waktu malam, terutama programmer. Sebenarnya tidak masalah apabila anda enjoy melakukannya. Pada tulisan ini, saya hanya akan memberikan pandangan pribadi tentang mengapa bangun pagi memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kondisi fisik dan produktivitas saya selama ini.


[baca selengkapnya]

Pada tahun 1904, seorang ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto mengungkap bahwa 80% uang di Italia dimiliki oleh 20% orang terkaya. Pandangan itu digeneralisasi oleh Joseph Juran, seorang ekonom Romania, ke berbagai kasus bisnis, khususnya quality management.

Menurut Juran, rasio 80-20 itu menjadi semacam rule of thumb (patokan) di dalam banyak kasus bisnis. Misalnya : 80% pendapatan kita berasal dari 20% cabang usaha kita, 80% dari waktu kita dihabiskan untuk melayani 20% klien kita, dan sebagainya. Simplifikasi yang boleh dibilang kasar dan (menurut saya) ngawur, namun ternyata banyak manfaatnya.


[baca selengkapnya]

Clean desk means no work, demikian kata orang bule. Tidak jarang saya melihat meja kerja yang hanya sedikit lebih bersih daripada kandang babi. Tumpukan kertas ada di mana-mana. Bungkus makanan dan bangkai tikus (exaggeration) berbagi hunian. Bahasa halusnya : memuakkan.

Bagi saya meja kerja merupakan altar. Sebab di sanalah saya menghabiskan kurang lebih 12 jam setiap hari. Jika tidak dirapikan berarti setengah dari hidup saya ada di tumpukan sampah. Berikut ini beberapa cara yang saya lakukan untuk mensimplifikasi meja kerja. Terkecuali anda tinggal di dalam kamar satu kali setengah meter, saya rasa tips berikut ini berguna bagi anda.


[baca selengkapnya]