Menyambung bagian pertama artikel Serupa Namun Tak Sama, saya mencarikan lima contoh lain yang kerap menyebabkan kerancuan definisi. Memang mencampuradukkan mereka tidaklah fatal namun tentu tidak ada salahnya pula mengetahui lebih banyak.

Menonton tokoh kartun Will E. Coyote yang bersenjatakan bahan peledak TNT, seorang anak kecil berseru, "Tuh kan pakai dinamit!". Bukan dinamit, tapi TNT. Jangankan dia, saya juga baru paham bahwa ternyata TNT dan dinamit adalah dua hal yang berbeda. Mau tahu lebih? Inilah posting saya di mana bahan peledak, kedokteran, ekonomi, dan seni ada di dalam satu artikel.


[baca selengkapnya]

"Lagi nyari kodok!" jawab anak kecil itu ketus. Tidak lama kemudian dia kembali membawa hewan yang dia cari-cari. "Lho?" tanya temannya sebal, "Tadi katanya kamu mau bawa kodok, kok kamu sekarang malah bawa katak?"

Jika adegan tadi terjadi, bukan tidak mungkin api pertengkaran akan terpercik. Andai masalahnya besar, bisa jotosan. Dalam situasi seperti itu kamus biologi yang membahas perkodokan mungkin bisa agak membantu. Namun siapa sangka masalah linguistik bisa jadi pelik? Atau jangan-jangan anda sendiri belum ngeh kalau kodok dan katak itu ternyata berbeda?


[baca selengkapnya]

Gong Xi Fat Cai. Sejak tahun 2000, tahun baru Imlek berhak dirayakan di Indonesia, mengakhiri larangan yang sempat bertahan selama 33 tahun. Hal ini berarti sekarang kita sudah memasuki tahun kesembilan di dalam perayaannya.

Di samping pernak-pernik seperti angpao, kue keranjang, serta barongsai, ucapan Gong Xi Fat Cai nampaknya sudah akrab di telinga kalangan non-Tionghoa sekalipun. Salam tahun baru Cina, kata orang-orang. Namun tahukah anda bahwa makna harafiah Gong Xi Fat Chai sebenarnya bukanlah ucapan selamat tahun baru?


[baca selengkapnya]