Roda internet berputar dengan sangat kencang. Kalimat tweet anda sepuluh menit yang lalu sudah masuk kategori old post. Itu baru sepuluh menit. Bagaimana jika sepuluh tahun? Sampah berusia sepuluh tahun di cyberspace tak ayal sudah layak masuk museum purbakala.

Pada tanggal 26 Oktober 2009, Yahoo! resmi menutup service Geocities. Timbunan kenangan saya dan jutaan pengguna internet awal ikut terkubur bersamanya. Bukan masalah apakah anda juga pernah mempunyai kenangan bersama Geocities atau tidak. Tulisan saya kali ini toh tak lebih dari sekedar flashback dan nostalgia.


[baca selengkapnya]

Telepon genggam umumnya bukan produk dalam negeri. Tidak heran apabila banyak kultur lokal yang tidak mampu terakomodasi di dalamnya. Salah satu kasus lazim mungkin adalah phonebook alias daftar nomor telepon dan atribut nama seseorang.

Sebutlah seorang rekanan studi di IT Telkom. Daftar nomor telepon di ponselnya terbilang cukup menarik, walau tidak unik. Apa pasal? Hampir setengah dari nama-nama di sana dibubuhi dengan embel-embel, entah itu Pak, Bu, Prof, atau bahkan Kak. Alhasil pengindeksan yang ada di daftar tersebut pun menjadi semi rancu. Lalu masalahnya?


[baca selengkapnya]

"Kamu enak. Kerja di Jerman digaji 1000 Euro. Itu kan sekitar Rp 14 juta." kata seorang eksekutif muda. "Nggak juga, bung! Di sana kan biaya hidupnya juga tinggi." tangkis yang satunya. Mungkin percakapan semacam itu sudah tidak asing lagi di telinga anda.

Sepuluh dolar Amerika, anda dapat apa? Tergantung di mana anda tinggal. US$ 1.00 di Indonesia pasti nilainya lebih tinggi daripada US$ 1.00 di Inggris. Tentu karena barang yang terbeli dengan nominal tersebut berbeda. Lalu bagaimana kita membandingkan keduanya? Pada tahun 1986, Pam Woodall muncul dengan solusinya yang terkenal : Big Mac Index.


[baca selengkapnya]

Kategori: Interesting
 

Menyambung bagian pertama artikel Serupa Namun Tak Sama, saya mencarikan lima contoh lain yang kerap menyebabkan kerancuan definisi. Memang mencampuradukkan mereka tidaklah fatal namun tentu tidak ada salahnya pula mengetahui lebih banyak.

Menonton tokoh kartun Will E. Coyote yang bersenjatakan bahan peledak TNT, seorang anak kecil berseru, "Tuh kan pakai dinamit!". Bukan dinamit, tapi TNT. Jangankan dia, saya juga baru paham bahwa ternyata TNT dan dinamit adalah dua hal yang berbeda. Mau tahu lebih? Inilah posting saya di mana bahan peledak, kedokteran, ekonomi, dan seni ada di dalam satu artikel.


[baca selengkapnya]

Bicara soal masakan Jepang, kita mengenal banyak hidangan populer. Katakanlah teriyaki, katsu don, atau yakiniku. Namun tentu saja masih terdapat menu-menu lain yang, dengan alasan yang bisa saya tebak, tidak tersedia di Indonesia. Ini adalah dua di antaranya.

Bayangkan anda sedang tur di Jepang. Suatu malam perut anda keroncongan dan terpaksa keluar dari hotel untuk mencari makan. Di sebuah warung, anda dihadapkan pada menu hidangan yang namanya belum pernah anda dengar. Terdorong rasa lapar dan ingin tahu, anda memesan salah satu menu : "Ikizukuri!" dan the rest is nightmare.


[baca selengkapnya]

"Lagi nyari kodok!" jawab anak kecil itu ketus. Tidak lama kemudian dia kembali membawa hewan yang dia cari-cari. "Lho?" tanya temannya sebal, "Tadi katanya kamu mau bawa kodok, kok kamu sekarang malah bawa katak?"

Jika adegan tadi terjadi, bukan tidak mungkin api pertengkaran akan terpercik. Andai masalahnya besar, bisa jotosan. Dalam situasi seperti itu kamus biologi yang membahas perkodokan mungkin bisa agak membantu. Namun siapa sangka masalah linguistik bisa jadi pelik? Atau jangan-jangan anda sendiri belum ngeh kalau kodok dan katak itu ternyata berbeda?


[baca selengkapnya]

Sejak pertama digulirkan, sudah 5 juta pengguna Facebook ikut serta dalam menulis 25 Random Facts About Me. Berarti sudah ada 125 juta fakta yang dibuka untuk konsumsi publik. "It is just a harmless internet meme", kata teman yang meminta saya juga melakukannya.

Meskipun demikian, saya bukan orang yang senang membicarakan isi hati saya ke publik. Apalagi menyangkut kehidupan saya sekarang. Sebagai gantinya, tanpa mengurangi respek, saya menulis 25 Fakta Masa Kecil Saya di blog ini. Saya pikir ini bisa menjadi substitusi yang sepadan, harmless enough, dan tetap menarik untuk dibaca. Enjoy!


[baca selengkapnya]

Narsis tidak selalu membanggakan diri sendiri. Salah satu model narsisme paling mutakhir adalah narsisme yang membanggakan orang lain. Contoh nyatanya ya postingan ini. Nama saya Wirawan Winarto, biasanya saya populer dengan inisial WW.

Inisial WW boleh dibilang cukup unik. Banyak nama panggilan yang disematkan ke saya terkait dengan inisial tersebut, mulai dari W-o-W, W-kuadrat, hingga Double-W, dan sebagainya. Selain unik, pemilik inisial WW nampaknya ditakdirkan untuk menjadi tokoh besar dunia. Kini saatnya kita menilik kisah sukses para WW dari seantero dunia.


[baca selengkapnya]

Gong Xi Fat Cai. Sejak tahun 2000, tahun baru Imlek berhak dirayakan di Indonesia, mengakhiri larangan yang sempat bertahan selama 33 tahun. Hal ini berarti sekarang kita sudah memasuki tahun kesembilan di dalam perayaannya.

Di samping pernak-pernik seperti angpao, kue keranjang, serta barongsai, ucapan Gong Xi Fat Cai nampaknya sudah akrab di telinga kalangan non-Tionghoa sekalipun. Salam tahun baru Cina, kata orang-orang. Namun tahukah anda bahwa makna harafiah Gong Xi Fat Chai sebenarnya bukanlah ucapan selamat tahun baru?


[baca selengkapnya]

Kata pepatah Barat itu adalah hal yang seyogyanya tidak kita lakukan. Generasi MTV bilang never judge a book from its cover. Yang boleh kita artikan : jangan pernah menilai buku dari sampulnya atau jangan menilai seseorang dari penampilannya.

Beda Barat, beda pula Timur. Di Tiongkok Kuno, ada ilmu membaca wajah. Orang-orang Tiongkok percaya bahwa sifat seseorang dapat diprediksi dari wajahnya. Mungkin karena ada darah Timur itulah, saya sering terusik dengan buku-buku "berwajah" bodoh. Persetan dengan celoteh orang Barat. Tulisan kali ini menampilkan beberapa buku bodoh, jika kita nilai dari sampulnya.


[baca selengkapnya]