Mahasiswa umumnya lebih suka menjadi bangsawan (bangsane tangi awan) yang bangun setelah matahari terbit. Sementara saya agak berbeda, saya selalu bangun pada pukul 04.00 dini hari dan memulai aktivitas saya saat itu juga, termasuk membuat draft tulisan ini.

Pada umumnya mereka bangun siang karena mereka terbiasa bekerja di waktu malam, terutama programmer. Sebenarnya tidak masalah apabila anda enjoy melakukannya. Pada tulisan ini, saya hanya akan memberikan pandangan pribadi tentang mengapa bangun pagi memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kondisi fisik dan produktivitas saya selama ini.


[baca selengkapnya]

Pada tahun 1904, seorang ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto mengungkap bahwa 80% uang di Italia dimiliki oleh 20% orang terkaya. Pandangan itu digeneralisasi oleh Joseph Juran, seorang ekonom Romania, ke berbagai kasus bisnis, khususnya quality management.

Menurut Juran, rasio 80-20 itu menjadi semacam rule of thumb (patokan) di dalam banyak kasus bisnis. Misalnya : 80% pendapatan kita berasal dari 20% cabang usaha kita, 80% dari waktu kita dihabiskan untuk melayani 20% klien kita, dan sebagainya. Simplifikasi yang boleh dibilang kasar dan (menurut saya) ngawur, namun ternyata banyak manfaatnya.


[baca selengkapnya]

Tidak salah jika orang bilang bangsa Jepang itu punya dedikasi tinggi. Barusan saya menemukan artikel yang sangat menarik. Isinya tentang Hiroo Onoda, seorang letnan Jepang yang melakoni Perang Dunia II selama hampir 30 tahun.

Membaca judulnya saja mungkin membuat kita mengernyitkan dahi. Diawali dari invasi Jepang ke Cina Daratan (1939) hingga jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki (1945), efektif Perang Dunia II hanya berlangsung selama enam tahun. Lalu bagaimana bisa sang serdadu menjalani pertempuran selama tiga puluh tahun?


[baca selengkapnya]

Seratus? Apa nggak kebanyakan? Pertama sih sebenarnya saya mau menulis 10, tapi keliru ketik jadi 100. Lucunya, kemudian saya berpikir, "Hell no! I can mention a hundred anyway!" Sekarang masalahnya tinggal bagaimana saya menulisnya satu per satu.

Semua orang pernah merasa jenuh atau bosan. Demikian pula dengan saya. Dengan mengenali hal-hal apa saja yang bisa membuat saya merasa nyaman, kita mampu mengurangi perasaan tidak enak. Banyak hal yang bisa mewarnai hari-hari kita yang terasa suntuk. Berikut ini seratus hal yang dapat mencerahkan keseharian saya. Semoga memberi inspirasi.


[baca selengkapnya]