Sudah satu minggu saya tidak update blog gara-gara tugas besar yang melimpah. Namun semoga saja sekarang sudah sanggup nge-blog dengan lancar. Tulisan kali ini tidak ruwet, cuma sekedar lelucon saja tentang kuliah di Teknik Informatika.

Kuliah informatika itu seru. Terutama di tahun pertama. Soalnya pada masa-masa tersebut, masih banyak mahasiswa yang belum begitu paham mengenai komputer. Akibatnya percakapan pun tak ubahnya seperti dagelan orang udik. Ada yang sok tahu, ada yang bener-bener bego, dan malah ada yang membuat kita mikir, "Kaya gitu kok kuliah informatika?".


[baca selengkapnya]

Tidak harus prajurit. Semua orang bisa jadi pahlawan. Kemarin saya nampang di dalam sebuah talkshow di hadapan para mahasiswa baru angkatan 2008. Yang lucu, dan agak berlebihan, tajuk acaranya adalah : Perkenalan Pahlawan IF Beserta Hasil Karya Juangnya.

Acara yang juga diisi oleh Bapak Romi Satria Wahono itu isi utamanya adalah memberi gambaran kepada mahasiswa baru tentang dunia informatika. Selama kurang lebih satu jam, saya bersama Leonardi, Mirza, dan Amel dicecar pertanyaan-pertanyaan yang insinyur NASA pun kayanya nggak bakal bisa jawab. Hehehe… Berikut ini sedikit cerita tentang acara kemarin.


[baca selengkapnya]

"Ini zaman OOP, cuk!" boleh jadi jargon para calon insinyur di kampus. Banyak junior saya yang bertanya-tanya : buat apa belajar pemrograman prosedural (imperatif)? Bukankah nantinya jika kita bekerja di perusahaan software, konsep yang kita pakai adalah OOP?

Suka tidak suka. Mau tidak mau. Boleh tidak boleh. Rela tidak rela. Ada sejuta justifikasi mengapa kita perlu belajar dari paradigma prosedural terlebih dahulu. Jika perguruan tinggi memutuskan bahwa mahasiswa harus mulai dari Pascal, bukan dari Java atau .NET, tentu mereka punya alasan yang cukup kuat. Berikut ini hasil cangkrukan saya dengan seorang sobat.


[baca selengkapnya]