Roda internet berputar dengan sangat kencang. Kalimat tweet anda sepuluh menit yang lalu sudah masuk kategori old post. Itu baru sepuluh menit. Bagaimana jika sepuluh tahun? Sampah berusia sepuluh tahun di cyberspace tak ayal sudah layak masuk museum purbakala.

Pada tanggal 26 Oktober 2009, Yahoo! resmi menutup service Geocities. Timbunan kenangan saya dan jutaan pengguna internet awal ikut terkubur bersamanya. Bukan masalah apakah anda juga pernah mempunyai kenangan bersama Geocities atau tidak. Tulisan saya kali ini toh tak lebih dari sekedar flashback dan nostalgia.
The Golden Era
Dua belas tahun yang lalu, kalau tidak salah, hanya ada dua warnet di kota Solo yaitu Solonet dan Buminet. Kecepatannya pun boleh dibilang mengerikan (download 3 MB sekitar satu jam). Dengan berbekal koneksi seadanya itu, saya membuat website pribadi saya yang pertama di Geocities.
Geocities, bersama Tripod dan Angelfire, adalah penyedia layanan web-hosting gratis yang sangat populer. Mungkin sepopuler Wordpress saat ini. Dengan adanya Geocities, publik jadi mempunyai peluang untuk membangun sendiri website pribadi mereka. Tiap website dikelompokkan di dalam satu ‘area’ yang diberi nama kota. Misalnya kumpulan website tentang anime diletakkan di area Tokyo dan kumpulan website tentang film diletakkan di area Hollywood.
Nantinya website anda akan diberi sebuah alamat yang unik. Misalnya : http://www.geocities.com/Athena/1770/. Panjang, tidak bisa dimodifikasi, dan tentu saja tidak keren.
Untuk memiliki website di Geocities, anda tidak perlu membayar sepeser pun. Di sana anda akan mendapatkan space kosong berukuran 5 MB. Bagi yang tidak memahami pemrograman HTML pun anda bisa menggunakan PageBuilder yang mereka sediakan. Tinggal drag-and-drop.
Jadilah Geocities sebagai semacam pemukiman pertama bagi penduduk cyberspace. Saya sendiri sempat membuat 7-8 website di sana. Popularitas Geocities mencapai puncaknya ketika diakusisi oleh Yahoo! pada akhir dekade yang lalu.
Popularitas Geocities merosot ketika orang-orang mulai bicara soal blog. Trend internet bergeser dari sekedar publikasi menjadi interaksi. Tidak lama kemudian Web 1.0 mulai ditinggalkan, publik pun beralih ke Web 2.0.
Ruins & Remains
Butuh lima tahun bagi Geocities dalam kondisi sekarat, hingga akhirnya Yahoo! memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Meskipun demikian, beberapa hal retro dari Geocities tidak akan terlupakan begitu saja, beberapa di antaranya :
-
Logo Under-Construction, hampir di semua website yang belum selesai dibangun terdapat animasi seperti berikut ini :

Entah kenapa gambarnya selalu kuli bangunan. Apakah web-designer pada saat itu identik dengan kuli bangunan? Entah kenapa juga rasanya belum keren jika sebuah website belum pernah memasang logo itu plus tulisan Under Construction.
-
Teks Norak Melayang-Layang, pada masa itu ada pandangan : semakin banyak animasi maka website anda semakin menarik. Berbeda dengan era sekarang yang semakin banyak animasi semakin bikin pusing.
Jadi jangan heran apabila saat ini semua website memasang tulisan seperti ini :

Welcome to Wirawan Winarto Website !!!!!!!!!!!!!!!!!!
(huh! ternyata Blogsome tidak support tag marquee)
Bahkan ada tag HTML khusus untuk itu sehingga membuat teks menyeberangi layar pun jauh lebih mudah daripada membuat drop-down menu. Artinya pada era tersebut, hal norak itu dianggap lebih penting oleh para teknokrat di W3C!
-
Tile Background, halaman website biasanya dipenuhi dengan motif seragam yang berjajar seperti tegel. Kadang warnanya biru bermotif batik sehingga tulisan yang ada di atasnya hampir tidak terbaca.
-
Webcounter Menyala, saat itu sebuah website belum 100% selesai jika tidak ada tulisan "Anda adalah pengunjung ke-" dengan warna menyala plus web counter di bawahnya, seperti ini :

-
Guestbook Page, mau berkomentar? Jangan harap ada kolom komentar di bawah artikel. Satu-satunya cara anda berkomentar di website orang lain adalah dengan cara mengisi buku tamu yang ada di sebuah halaman khusus. Boring.
Mungkin itu beberapa hal yang saya ingat. Anda punya kenangan khusus bersama Geocities atau website pada tahun 1990-an?





aku belum mengenal internet di tahun 90an mas..
btw, anti-spam measure nya susah juga dibacanya, he..
thn 2001 saya smpt dpt tugas bikin web. Voila hasilnya banyak teks norak melayang-layang spt yang kamu bilang. Dan waktu itu rasanya keren! (-_-”
#tia
haha. soalnya kalau dimatikan, banjir iklan.
#nadia
semua juga mikir begitu kan
Wah iya bener bgt… file2 flashku banyak yang ilang di geocities cz lupa di backup
hahaha… itu jamannya gw chatting di IRC. Kayanya semua orang dulu punya website di geocities deh. gw juga bikin dua web wkt itu, lengkap dengan logo under construction dan garis animasi melayang2 kaya diatas..hihi… kenangan indah ;pp
————————————————————
http://berkarirdarirumah.com