Suruh siapa kasih libur terlalu lama. Seperti biasa, jiwa backpacker saya berontak. Bersenjatakan kamera dan sepeda motor, saya menyepi ke sebuah desa yang (nampaknya) tak terkena dampak arus mudik. Hening dan beku. Terselip pada ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut.

Candi Ceto pastilah belum sefenomenal Candi Prambanan, sejawat Hindu-nya. Namun bicara soal urat petualangan, Candi Ceto boleh dibilang selevel lebih menjanjikan. Pada catatan ini saya akan berkisah tentang langkah saya menapaki Candi Ceto. Siapa tahu, anda kelak juga berkesempatan untuk berkunjung ke sana.


[baca selengkapnya]

Kategori: Activity | Review | Travel
 

Praktis bulan September ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Pekerjaan tercecer itu jadi urusan nanti. Ceceran biasanya berekor pada gerutuan teman-teman. Biarlah. Asal bukan sumpah serapah yang jadi ekornya.

Tidak terasa sudah bulan kesembilan. Kata guru SD ini adalah pintu menuju musim hujan. Kali ini mereka tidak salah, sebab baik di Bandung maupun di Solo hujan sudah mulai turun, meski dalam intensitas rendah. Omong-omong soal ikhtisar hidup, tak banyak yang bisa saya bagikan. Namun jatah tetaplah hak pembaca, berikut pelajaran untuk bulan September.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight