Menyambung bagian pertama artikel Serupa Namun Tak Sama, saya mencarikan lima contoh lain yang kerap menyebabkan kerancuan definisi. Memang mencampuradukkan mereka tidaklah fatal namun tentu tidak ada salahnya pula mengetahui lebih banyak.

Menonton tokoh kartun Will E. Coyote yang bersenjatakan bahan peledak TNT, seorang anak kecil berseru, "Tuh kan pakai dinamit!". Bukan dinamit, tapi TNT. Jangankan dia, saya juga baru paham bahwa ternyata TNT dan dinamit adalah dua hal yang berbeda. Mau tahu lebih? Inilah posting saya di mana bahan peledak, kedokteran, ekonomi, dan seni ada di dalam satu artikel.


[baca selengkapnya]

Bicara soal masakan Jepang, kita mengenal banyak hidangan populer. Katakanlah teriyaki, katsu don, atau yakiniku. Namun tentu saja masih terdapat menu-menu lain yang, dengan alasan yang bisa saya tebak, tidak tersedia di Indonesia. Ini adalah dua di antaranya.

Bayangkan anda sedang tur di Jepang. Suatu malam perut anda keroncongan dan terpaksa keluar dari hotel untuk mencari makan. Di sebuah warung, anda dihadapkan pada menu hidangan yang namanya belum pernah anda dengar. Terdorong rasa lapar dan ingin tahu, anda memesan salah satu menu : "Ikizukuri!" dan the rest is nightmare.


[baca selengkapnya]

Yang namanya kuliah, seragam itu tabu. Demikian katanya. Namun hal itu tidak berlaku buat kami di IT Telkom. Mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela kami harus menjalani kuliah dengan atasan formal kemeja putih dan bawahan formal biru kehitaman.

Memang. Untuk aktivitas non-kuliah, misalnya laboratorium, agak longgar. Namun kebanyakan tak repot-repot mengganti seragam putih-birunya. Katakanlah usai kuliah kami singgah di Gramedia atau Starbucks, ya tetap dengan pakaian adat IT Telkom. Untuk mengakali situasi, saya biasanya memanfaatkan kombinasi atasan formal-kasual. Berikut ini beberapa contoh outfit saya.


[baca selengkapnya]

Akibat aksi teror kemarin, Manchester United (MU) urung melawat ke Indonesia. Bukan hanya itu saja efeknya terhadap sepakbola, harapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pun boleh dibilang efektif pupus.

Bicara soal MU, saya sudah menjadi penggemar mereka sejak tahun 1992, kelas 1 SD. Jadi boleh dibilang saya mengikuti naik turunnya tim ini. Saya ingin menulis sedikit tentang MU, khususnya di sektor favorit : kiper. Tulisan niche ini sekedar untuk mengisi waktu, karena seharusnya sekarang saya sedang gathering dengan para suporter andaikan tragedi kemarin tidak terjadi. Duh!


[baca selengkapnya]

Kategori: Review | Football
 

Bicara soal bulan Juli berarti bicara soal anti-klimaks. Semenjak saya kuliah, periode Maret ke Juni adalah periode paling keras. Dua tahun terakhir bahkan berakhir dengan kekecewaan setelah dua kali berturut-turut terhenti di putaran final tiga besar Imagine Cup Indonesia.

Beberapa bulan terakhir ini saya harus membantu para mahasiswa untuk berjuang di kompetisi nasional, mengajar empat kelas di mata kuliah Desain Analisis Algoritma, melakukan assessment untuk empat belas kelas, mengerjakan dua proyek WAMP, dan ujian akhir semester. Praktis waktu saya terkompres, namun ide tidak pernah habis. Berikut ini pelajaran hidup untuk bulan Juli.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight