Hawa dingin sukses membujuk saya untuk merapatkan jaket sebatas dagu. Bukanlah tanpa alasan apabila pada pagi-pagi buta saya harus stand-by di stasiun. Terlambat lima belas menit, kereta api ekspres Lodaya akhirnya tiba; mengantar keluarga saya dari Solo.

"Aston! Braga…". Instruksi singkat itu pun diiyakan oleh sopir taksi yang langsung membawa kami berlima menyusuri jalan berkabut. Kurang dari sepuluh menit, kami sudah tiba di pelataran Hotel Aston Bandung. Dua orang bellboy tersenyum ramah membantu membawakan travel bag. Lokasi strategis yang dekat dengan stasiun adalah salah satu alasan kami tertarik pada hotel ini.
Our Arrival
Terletak pada Jalan Braga yang bersejarah, Hotel Aston Bandung menawarkan pesona modern di tengah nuansa kota Bandung tempo doeloe. "Pokoknya gampang. Hotelnya bagus. Ke mana-mana aksesnya mudah. Mamah kamu juga bisa shopping di Braga City Walk." demikian isi SMS seorang teman saya yang merekomendasikan hotel tersebut. Tidak salah. Kunjungan kami ke Hotel Aston Bandung memang bisa dibilang sangat berkesan.

Pagi itu juga kami melakukan check-in. Resepsionis dengan cekatan melayani request kami, sementara saya menyempatkan diri melihat-lihat cindera mata yang berjajar di tepi ruangan. Sedikit berbeda dari hotel pada umumnya, ruangan lobi dipenuhi cahaya redup memukau. Sayang saya tidak berlama-lama mengagumi anggunnya lobi hotel ini, sebab kurang dari lima menit proses check-in sudah selesai. Kami pun diantar ke sebuah kamar di lantai 14.
Kamar yang kami pakai adalah tipe Three Bedroom Condotel. Ukurannya lumayan luas, terdiri atas satu ruang utama, tiga kamar tidur, satu bathroom, dan satu small pantry. Terletak pada posisi yang sangat strategis, dari jendela saya dapat menatap skyline kota Bandung sembari menikmati udara pagi yang dingin. Bandung nampak sedemikian anggun dan menakjubkan dilihat dari sini. Seakan menggoda saya untuk berdiam diri lebih lama, matahari terbit perlahan dari balik pegunungan. Pemandangan yang barangkali tidak dapat saya saksikan dari tempat lain di kota kembang.

Saya sudah tak sabar mengajak kedua orang tua saya berjalan-jalan menyusuri Bandung. Namun sebelum itu tentu saja kami harus membersihkan tubuh terlebih dahulu. Saya mendapatkan giliran pertama untuk mandi. Kesempatan yang nggak saya sia-siakan untuk menikmati rendaman air hangat di dalam bathtub yang bersih dan nyaman selama setengah jam.
Usai mandi saya berdandan seadanya dan sesekali mengecek SMS.
Sembari menunggu anggota keluarga saya yang lain selesai mandi, saya beranjak ke lantai dasar dengan menggunakan elevator sambil menenteng laptop. Dengan fasilitas Wi-Fi yang disediakan oleh Melsa, saya berburu skor pertandingan sepakbola Liga Inggris yang kebetulan semalam saya lewatkan (gara-gara harus tidur awal untuk menjemput keluarga saya di stasiun). Kegembiraan saya saya semakin lengkap setelah mengetahui Manchester United meraih kemenangan.
Agak siang, kami sekeluarga sarapan bersama dan berbagi cerita di kafe Carios yang terletak di lantai tengah hotel. Di dalam Bahasa Sunda, carios artinya cerita. Tidak salah. Sebab pagi itu saya akhirnya punya kesempatan untuk bercerita panjang lebar seputar studi saya di STT Telkom dan kesuksesan saya di sejumlah kompetisi pemrograman tingkat nasional.

Seusai makan saya langsung mengajak keluarga saya menjelajah Bandung. Mulai dari kunjungan ke kawah Gunung Patuha hingga perburuan kaos di factory outlet. Benar-benar petualangan yang melelahkan. Menjelang malam kami kembali ke Hotel Aston, mandi kemudian langsung tidur.
Our Departure
Keesokan paginya saya sengaja bangun lebih awal untuk olahraga. Tidak ada yang mengalahkan serunya menceburkan diri ke kolam renang pada pagi hari ketika segalanya masih sepi. Suasana kolam renang yang tenang dan nyaman membuat saya benar-benar merasa terlepas dari seluruh rutinitas harian. Menyenangkan.
Sarapan pagi hari itu memanfaatkan fasilitas hotel. Ditemani alunan musik Sunda, saya sarapan berdua dengan ayah. Sementara ibu dan adik-adik asyik jalan-jalan di Braga City Walk, sebuah pusat perbelanjaan modern, yang terletak di sisi lain Hotel Aston. Jarang sekali saya punya waktu untuk ngobrol hanya berdua dengan ayah. Obrolan lelaki. Mulai dari pekerjaan hingga mobil.

Kebetulan saya punya rencana untuk membeli kacamata baru. Ditemani ayah, saya berjalan ke salah satu optik di dekat situ. Lokasi hotel yang sangat strategis di Jalan Braga memudahkan kami memperoleh barang-barang yang kami inginkan. Di sepanjang jalan nampak sejumlah pedagang lukisan dan cendera mata tradisional. Sementar itu beberapa remaja asyik berfoto dan bernarsis ria di pelataran sebuah kafe.
Tidak hanya kacamata yang saya dapatkan siang itu, namun juga oleh-oleh untuk tetangga kami di Solo. Belum lagi saya menyempatkan diri untuk berfoto di sejumlah lokasi favorit para turis.
Kembali ke hotel, ibu menyiapkan makan siang untuk kami sekeluarga. Tentunya bukan hal yang merepotkan, sebab Hotel Aston sudah menyediakan dapur dan pantry yang siap pakai. Sambil menikmati sup hangat dan menatap kota Bandung dari atas, pikiran saya menerawang jauh. Tidak terasa perjalanan dua hari ini akan segera berakhir. Namun segalanya begitu menyenangkan.

Siang itu juga kami check-out dari Hotel Aston. Dengan ramah, seorang petugas membawakan barang-barang bawaan kami. Kali ini kami pulang menggunakan pesawat terbang. Bandara Husein Sastranegara terletak tidak terlalu jauh dari Hotel Aston. Di taksi, saya mengirimkan SMS kepada teman saya, "Aku lagi nganter keluargaku balik nih. Udah kelar. Boleh juga tuh hotel-nya. Thanks banget rekomendasinya. We are very satisfied".
Setengah nyeletuk saya melemparkan pertanyaan apakah tahun depan mereka akan kembali ke Bandung dan menginap di Hotel Aston lagi. Tanpa ragu, ayah saya menjawab "Pasti".
Tulisan ini adalah bagian dari review bersama Hotel Aston Bandung
Contact Info :
Jl. Braga No. 99-101 Bandung 40111 -
Indonesia : +62-22 844 60000
fax : +62-22 844 60100
e-mail : info@astonbandung.com





hahaha… ini review paling gokil!
wekekekek
review kurang donk ah klo ga pk tarif
@haryanto
emang biar beda
@asri
tarif ada di web-nya.
Weew, Wan!
OK banget nih review. Pake hati yah nulisnya? hehehe
@Echi
hm… pake tangan kok nulisnya.
wew,bagus kak reviewnya,serasa ingin checkup checkin disana juga…
hihi…
@Angga
sip. thanks.
iya nih mas wirawan, mesti tarifnya maknyus ya.. hhe.
dari fotonya hotelnya bagus banget..
seumur-umur aku baru sekali nginep di hotel, waktu osn dulu.
@tia
waktu ACM emang nggak nginep hotel?
enggak mas, kita ditampung di rumah saudaranya karin, gag dikasih duit sih sama itt..