Capek. Setelah melewati UAS, saya terpaksa bolak-balik ke empat kota pada awal tahun ini. Tidak hanya blog ini yang terbengkalai, namun juga aktivitas harian saya. Satu-satunya yang membuat saya cukup terhibur adalah udara Bandung yang belakangan ini lumayan dingin.

Kemarin saya kembali ke Bandung dengan kereta api Turangga. Berangkat dari Jogja pukul satu dini hari, terlambat dua jam. Menemani seorang gadis manis, anak ITB, yang tidur lelap bersandar ke pundak saya setelah kecapekan ngoceh di stasiun. Saya tidak tidur, saya memilih meluangkan waktu untuk baca buku dan menulis sejumlah ide. Pemikiran dangkal. Pemikiran seadanya.


Shallow Thoughts

Satu, semua orang itu sebahagia apa yang dia pikirkan. Kebahagiaan bukan ditentukan oleh apa yang kita punyai atau apa yang terjadi kepada kita, namun ditentukan oleh bagaimana reaksi kita dalam menyikapi keadaan di sekitar kita.

Dua, dengan bertemu dan berinteraksi dengan beragam individu, anda punya kesempatan makin besar untuk semakin mengenal diri anda. Individu di luar diri kita adalah cermin yang paling jelas untuk melihat ke dalam diri kita.

Tiga, orang bilang ngomong itu lebih gampang daripada berbuat. Belum tentu. Misalnya bernapas itu lebih mudah dilakukan daripada diomongkan, setidaknya oleh saya saat ini.

Empat, janganlah pernah meremehkan impian orang lain, mungkin hanya itulah satu-satunya hal yang mereka miliki.

Lima, teman-teman senang menertawakan saya karena gaya saya berbeda. Saya menertawakan teman-teman saya karena gaya mereka semua sama.

Enam, banyak yang berpikir bahwa hidup akan menjadi lebih indah andaikan hidup mereka sama sekali tidak punya masalah. Pola pikir seperti itu mirip seekor burung yang berpikir bahwa terbang akan jadi lebih ringan jika sama sekali tidak ada udara.

Tujuh, orang yang mengatakan peluangnya menang adalah fifty-fifty, biasanya bakal kalah.

Delapan, pada tahun 2050, seorang anak kecil bicara pada kakeknya : "Kek, cerita donk tentang petualangan masa muda kakek!". Kakek tadi menjawab : "Dulu, kakek menghabiskan masa muda untuk bermain sebuah game online bernama Warcraft". Ini prediksi sekaligus peringatan.

Sembilan, orang tua bilang hidup ini singkat. Ngaco! Hidup ini lama. Coba sebutkan, kegiatan apa yang bisa kamu lakukan lebih lama daripada hidupmu?

Sepuluh, saya bekerja bukan karena rajin. Tapi karena saya terlalu malas untuk bersantai.

Irrelevant Rants

Sebelas, dunia kita sangat cepat bergeser. Coba pikir, orang negro jadi presiden Amerika, orang bule jadi penyanyi hip hop terbaik dunia, dan orang cina jadi pemain all-star NBA. Tiga fakta yang kita yakini mustahil terjadi dua puluh tahun yang lalu.

Dua belas, jika kita meniup balon dan kentut secara bersamaan, apakah di dalam perut kita akan tercipta ruang hampa?

Tiga belas, seorang pencuci jendela di lantai 15 sebuah gedung bekerja bagai seniman. Bedanya dia tidak bisa berdiri mundur beberapa meter untuk mengagumi hasil karyanya.

Empat belas, jangan pernah berhenti bereksperimen dengan hidupmu.

Lima belas, lebih baik punya rumah jelek di lingkungan tetangga yang bagus, daripada rumah bagus di lingkungan tetangga yang jelek.

Enam belas, mumpung anda masih muda jangan terpikat dengan istilah ‘pendapatan pasif’, ‘kaya tanpa bekerja’, atau jargon-jargon serupa. Manfaatkanlah masa muda anda untuk bekerja, galilah pengalaman, dan buatlah hidup anda bermakna dengan bekerja mencari ‘pendapatan aktif’.

Tujuh belas, suatu malam di sebuah kafe di Bandung, seorang gadis dengan pe-de menyanyikan lagu To All The Girls I Loved Before. Saya tidak menyangka Indonesia sudah begitu terbuka.

Delapan belas, penggemar judi adalah risk-taker sejati.

Sembilan belas, "Sorry banget, Wan. Jam tanganku kecepetan dua jam dan ternyata aku nggak bisa memperbaikinya. Jadi mulai besok aku pindah ke Papua."

Dua puluh, teman-teman saya suka minum alkohol dengan alasan mencari kehangatan di tengah dinginnya udara Bandung. Kalau dingin saya lebih suka bikin wedang kopi jahe. Percayalah, yang satu ini lebih enak dan lebih baik.

Kategori: Thought | Insight
 

Ada 4 Komentar | Tambahkan Komentar

  1. Lima, teman-teman senang menertawakan saya karena gaya saya berbeda. Saya menertawakan teman-teman saya karena gaya mereka semua sama.

    Hahahaha… Yo’a, I like being FREAAKK.. nang ning nung ning nang ning nung … Admin gila …

     
    Gravatar Image

    — January 30, 2009 :: 11:29 am

  2. ehem ehem
    itu sapa itu sapa yg nyandar nyandar ma wirawan
    kok ga ada skrinsyutnya
    ;p

    kekekeke

     
    Gravatar Image

    — January 30, 2009 :: 3:53 pm

  3. “lebih baik punya rumah jelek di lingkungan tetangga yang bagus, daripada rumah bagus di lingkungan tetangga yang jelek.”

    Saya mau milih “punya rumah bagus di lingkungan tetangga yang bagus”! Hehe..

    “saya bekerja bukan karena rajin. Tapi karena saya terlalu malas untuk bersantai”

    Yang ini boleh juga untuk ditiru. Low profile.

    “banyak yang berpikir bahwa hidup akan menjadi lebih indah andaikan hidup mereka sama sekali tidak punya masalah.”

    Hidup bermasalah : hidup yang tanpa masalah.

     
    Gravatar Image

    — February 8, 2009 :: 6:05 am

  4. @Asri
    cuma temen. ga ada screenshot.
     
    @Suryo Pranoto, Putri Chairina
    of course. ma kasih…

     
    Gravatar Image

    — March 5, 2009 :: 1:32 am

 



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.