Banyak orang punya harapan dan tujuan. Namun tak semua sanggup mencapainya. Langkah awal yang problematik namun kerap diabaikan adalah metode untuk menentukan target. Banyak target yang didefinisikan secara kurang akurat menyebabkan tujuan menjadi sulit tercapai.

Di dalam Manajemen Proyek ada istilah SMART planning, yaitu : Specific, Manageable, Achievable, Realistic, dan Timely. Hal yang serupa dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Di gerbong kereta api Lodaya kemarin sore, saya mencoba merancang sebuah formula baru yang lebih sesuai untuk merancang target pribadi. Saya menyebutnya sebagai rumus PINTAR.


P untuk Positif

Target yang baik adalah target yang positif. Anda boleh saja menetapkan sasaran apapun dan meraihnya, namun apalah artinya jika semua itu bukan sesuatu yang positif atau berdampak baik?

Ketika menetapkan target perhitungkanlah apabila berhasil apakah hasilnya sepadan dengan waktu dan usaha yang diluangkan? Apakah hasilnya cukup bermanfaat (bagi anda atau orang lain) untuk jangka panjang? Apakah ada target lain yang lebih layak untuk kita perjuangkan? Katakanlah anda punya target jangka panjang untuk menyelesaikan 20 seasons di Football Manager 2009. Itu butuh waktu 3-4 bulan nge-game, padahal anda bukanlah gamer profesional. Konyol kan? Maka bolehlah saya asumsikan bahwa target yang anda buat tadi bukanlah merupakan target yang positif.

I untuk Istimewa

Syarat kedua adalah istimewa. Ini masalah motivasi, urgensi, dan tingkat kepentingan. Berdasarkan pengalaman saya akan jauh lebih mudah apabila target yang anda tetapkan benar-benar anda inginkan, bukan hanya target yang kelihatan bagus dari sono-nya.

Ada ribuan hal yang harus saya capai setiap harinya. Mulai dari tidak boleh terlambat kuliah, makan jangan belepotan, sampai kalau mandi jangan lupa keramas. Namun hal-hal seperti itu bukanlah sesuatu yang istimewa, anda tidak perlu mendapuknya sebagai target. Pastikanlah sasaran anda adalah sesuatu yang istimewa, yang memang benar-benar anda inginkan. Tahun 2010 misalnya saya menargetkan mengunjungi Eropa. Bagi saya target ini istimewa karena berasal dari keinginan pribadi dan tidak mudah dicapai.

N untuk Nyata

Banyak orang yang punya target hebat, misalnya : "Saya harus hidup lebih sehat" atau "Saya harus makin tampan". Tidak saya pungkiri itu merupakan target yang positif, namun parameternya masih terlampau abstrak. Target yang baik adalah target yang nyata atau ilustratif.

Sebagai ganti "Saya harus hidup lebih sehat", akan lebih baik apabila anda mengubahnya menjadi "Saya harus ikut senam aerobik sejam sehari" atau boleh juga "Saya harus minum 300 mL jus buah setiap hari". Demikian pula daripada "Saya harus jadi semakin tampan" lebih mudah anda bilang "Saya mau operasi plastik minggu depan." Dengan menetapkan target yang nyata dan jelas 5W + 1H-nya (What, Who, When, Where, Why + How) pasti akan lebih mudah bagi anda untuk menjalankannya.

T untuk Terukur

Meskipun dampak dari suatu target adalah kualitatif, pendefinisiannya lebih baik jika kuantitatif. Suatu target haruslah terukur. Jangan sekedar pasang target "Saya harus kurus", namun berikanlah ukuran-ukurannya. Misalnya target anda tercapai apabila "Turun tiga kilogram dalam satu bulan".

Dengan adanya ukuran kesuksesan, maka anda dapat menilai progress dari rutinitas anda. Yang jelas, apabila suatu target tidak terukur maka target itu tidak dapat di-manage. Contoh paling jelas dari pengaplikasian metode ini adalah patokan yang saya buat untuk membaca lima buku per bulan. Lewat patokan nominal, anda tidak mudah kehilangan arah. Ingat. Patokan bukan batasan. Kadangkala saya membaca lebih dari lima buku per bulan. Karena target bukan untuk dicapai, tapi untuk dilampaui.

A untuk Adaptif

Apabila suatu target terlalu ortodoks, maka kemungkinannya gagal semakin besar. Anda haruslah memberikan toleransi tertentu pada target yang anda buat agar target tersebut adaptif. Target yang baik harus dapat memandu kita, bukan mendikte atau memagari.

Target kita kerap dipengaruhi oleh prediksi kita akan masa depan. Yakinlah bahwa masa depan takkan 100% terjadi sesuai dengan prediksi. Saya bisa saja merencanakan lari marathon minggu depan, namun tiba-tiba pada hari itu hujan badai menghajar Bandung. Untuk itulah anda harus pandai-pandai mempertahankan produktivitas saat situasi berubah, merencanakan escape plan, dan siap menghadapi kemungkinan terburuk untuk tidak down setelah gagal menjalankan rencana. Ini bagian yang sulit.

R untuk Rasional

Formula terakhir dan juga yang terpenting, adalah rasional. Anda bisa saja membuat target yang positif, istimewa, nyata, maupun terukur namun tidak rasional. Misalnya "Tahun 2009 ini saya ingin jadi orang kaya dengan cara menang undian BCA satu milyar". Itu merupakan target yang tidak rasional karena di luar kuasa anda.

Suatu target yang ingin anda capai haruslah di dalam kuasa anda. Artinya anda mampu dan mau untuk melakukannya. Percuma saja anda memasang target yang ada di luar kemampuan anda. Apakah target anda rasional atau tidak bergantung pada perhitungan anda sendiri. Biasanya saya memasang target berdasar patokan periode sebelumnya. Intinya, target harus setinggi mungkin untuk dicapai, serendah mungkin untuk tetap rasional.


Nah, rumus PINTAR ini barulah prototipe. Saya sendiri belum mencobanya karena baru kepikiran kemarin sore. Tiga atau empat bulan lagi kita lihat apakah dengan formula PINTAR ini, hasil target planning saya (dan mungkin juga anda) jadi lebih baik atau tidak.

Note : blog ini mau istirahat dulu, karena mulai besok saya harus menghadapi UAS.

Ada 10 Komentar | Tambahkan Komentar

  1. waw ..
    bener2 rumus yang N untuk nyata,,
    saya mencoba mengomentarin untuk yang N, karena emang biasanya kita membuat target dengan sesuatu yang tidak bisa diukur, nah itu nongol lagi di T untuk terukur..

    saya coba implement juga deh nih p.i.n.t.a.r

    thx anyway .. ^^

     
    Gravatar Image

    — January 4, 2009 :: 5:43 pm

  2. wew setuju!!!

     
    Gravatar Image

    — January 4, 2009 :: 8:04 pm

  3. Salah satu tulisan terbaik yang saya baca selama 3 hari ini :respect:

    Saya menambahkan satu lagi R dibelakang R anda, sehingga menjadi PINTARR ;p

    R = Reason/Reasonable

    Berdasarkan pengalaman saya arah datangnya motivasi untuk bertindak sangatlah bervariasi. Kadang datang dari orang tua, teman, pacar, atau bahkan karena kita adalah makhlukNya yang sepantasnya mengabdi dan memberikan sesuatu sebagai wujud penghambaan saya.

    Reason juga yang menurut saya memisahkan antara quitters, campers atau winners. Dan yang terpenting reason jugalah yang menjadi sebuah hadiah besar bagi kita ketika goal sudah diraih. If we have strong reason, we have strong motivation! itu mungkin yg ingin disampaikan anthony robbins di “awaken the giant within”-nya.

    Pernah saya bilang ke pacar saya : “u are the reason”,,,hahaha,,dan mungkin kita juga bisa bilang kepada diri kita sendiri :”i am the reason one”…. moga aja gak dibilang menjiplak lagu dari hoobastank!

    Very awesome job , bro! I’l wait for your next writing.

    Salam kenal!

     
    Gravatar Image

    — January 6, 2009 :: 12:27 pm

  4. ahahaha… kayakna rumusmu susah kuterapin wan.
    Saya tipe orang yang “driven by mood” atau “flow like river”
    Oke saya juga buat target ah. “KULIAH HARUS DIATAS 75 %”
    Uhahahaha … thx buat bapak2 BAA yg sudah “meminta” dibuatkan surat pernyataan, akhirnya saya sadar pentingnya kuliah, kwekekekekekek…

     
    Gravatar Image

    — January 7, 2009 :: 10:12 pm

  5. @rorizki
    Hehehe… iya banyak yang targetnya nggak nyata. Nyata itu penting. Meskipun demikian, (N)yata dan (T)erukur itu belum tentu sama. Bisa saja kita bikin target yang jelas HOW-TO nya tapi parameter sukses nya ga terdefinisi. Itu mungkin termasuk Nyata tapi blum Terukur.
    Atau ada pilihan kata yang lain?
     
    @adh3et
    Dari dulu kamu emang selalu setuju.
     
    @Ditya
    Sip! Sip! Sebenarnya parameter nya bisa banyak sih, cuman saya kompres aja biar gampang diinget. Saya tadinya juga sempat mempertimbangkan poin yang sama. Kalau buat saya pribadi, faktor reason/motivation mungkin bisa jadi alasan suatu target itu menjadi (I)stimewa.
    Thanks anyway.
     
    @suryo pranoto
    iya ya. itu ga pernah jadi targetku. hahaha…
    btw… “flowing” cocok jadi seniman.

     
    Gravatar Image

    — January 8, 2009 :: 5:46 am

  6. wah, keren banget, sayang aku jarang bikin target
    target lulus 4,X taun, kuliah >75%, IPK masih diatas 3, baru itu target yang kepikiran (buat target kuliah)
    Let it flow, let it be…

     
    Gravatar Image

    — January 10, 2009 :: 6:44 pm

  7. BERAT…..BERAT…..

     
    Gravatar Image

    — January 11, 2009 :: 10:50 am

  8. abis bingung komen apa..

     
    Gravatar Image

    — January 14, 2009 :: 11:42 am

  9. @way
    koe dadi seniman wae
     
    @soul
    yang berat bila dikerjakan bersama-sama akan menjadi ringan *halah*
     
    @adh3et
    yang penting komen. aku juga baru balik dari Solo, jadi lagi sekarang bisa bales komentar-komentar.

     
    Gravatar Image

    — January 19, 2009 :: 10:32 pm

  10. nice post

    rumus R = rasional
    benar sekali dalam menentukan target haruslah target yang bersifat rasional…tapi boleh jg bermimpi untuk mencapai target yang irrasional

     
    Gravatar Image

    — January 21, 2009 :: 7:13 am

 



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.