Dibikin Nempel. Saya paham kenapa buku ini judulnya tidak diterjemahkan seperti itu. Made to Stick karangan Chip Heath ini adalah satu dari enam buku yang saya baca bulan Oktober yang lampau. Resensinya terlambat karena memang ada satu buku yang baru kelar tadi pagi.

Sekedar info. Nggak ada hubungan dengan yang saya baca, anda bisa mampir ke Toko Buku Toga Mas di Jalan WR Supratman 45, Bandung. Toko buku itu menawarkan diskon sekitar 15%, malah pernah ada yang sampai 30%. Koleksinya juga lumayan banyak. Jadi kalau ada buku yang tidak berhasil ditemukan di Pasar Buku Palasari, coba meluncur ke situ.
Made to Stick
Tuhan tidak bermain dadu, kata Albert Einstein. Itu bukan ungkapan religius. Itu hanyalah sebuah pandangan dari Einstein bahwa segala hal di alam semesta ini dapat dipahami. Buku berjudul Dan Tuhan Tidak Bermain Dadu karangan Prof. Keith Ward, ahli theologi Kristen, ini memaparkan alam semesta dari sisi theisme. Bukunya bagus, tapi singkat saja review-nya.

Di dalam buku ini, Keith Ward dengan luwes melayani gempuran kaum atheis tentang alam semesta. Meskipun tak semua pandangannya saya setujui, ada satu hal yang menurut saya bagus. Yaitu pernyataannya bahwa teori evolusi dan agama itu kompatibel. Ini merupakan pandangan yang berani. Pada saat theolog lain terjebak dalam stagnasi dan kukuh menolak evolusi, Ward berani tampil dengan sebuah theologi evolusioner yang terbuka. [skor : 7 / 10]
Buku berikutnya, terpaksa, saya baca. Judulnya Compressed Image File Format karya dari John Miano. Buku ini usianya sudah sepuluh tahun. Namun saya membacanya karena ada tugas kuliah Grafika & Citra untuk merancang software Photoshop sederhana. Ujung-ujungnya memang hanya bagian BMP dan JPEG saja yang saya gunakan.
Meskipun isinya lebih mirip panduan MSDN daripada buku bacaan, buku ini menolong saya bekerja lebih cepat. Ada penjelasan konsep pembagian byte dalam warna 2-bit sampai 32-bit, pengurutan koordinat pixels di BMP yang terbalik, hingga posisi byte-byte penting di dalam file BMP. Dari situ juga saya tahu bahwa 24-bit dan 32-bit ternyata kualitasnya sama (tanpa buku ini juga bisa dicek sendiri sih, cuman males kalau kudu nyari sendiri. Jadi lumayan juga sih). Membosankan namun cukup membantu. What more can I say? [skor : 5 / 10]

Bintang saya bulan Oktober adalah Made to Stick karya Dan Heath dan Chip Heath. Buku ini memberi insight tentang bagaimana sebuah idea bisa melekat di benak khalayak. Ada enam area yang mereka bahas yaitu kesederhanaan, kejutan, kredibilitas, emosi, konkresitas, dan kemampuan bercerita. Di dalam buku ini tidak hanya disajikan teori namun juga diberikan segudang contoh di dalam bentuk kisah dunia nyata.
Bagaimana suatu ide bisa lebih cepat diterima? Kesederhanaan salah satu kuncinya. Contoh yang mereka ajukan adalah tentang buah pomelo. Orang pertama mendefinisikan pomelo sebagai buah yang cukup besar, kulitnya tebal tetapi mudah dikupas, dagingnya kuning agak merah muda, ada yang berair atau sedikit kering, rasanya manis agak asam. Ide ini sukar untuk ditangkap. Susah memahaminya. Misalnya, apakah pomelo itu enak jika dijus?
Orang kedua mendefinisikan pomelo dengan sederhana. Pomelo adalah buah seperti jeruk besar yang kulitnya tebal namun lembut. Pendek dan sederhana. Definisi kedua tadi justru lebih mudah dipahami, karena idenya terlebih dulu diarahkan kepada ide yang telah orang pahami sebelumnya yaitu : jeruk. Ada puluhan contoh lain. Inspiratif. Baca sendiri deh… [skor : 9 / 10]
History of Universe
Apabila ada buku yang isinya paling susah masuk kepala, bisa jadi buku ini. Barangkali itu bukan salah bukunya, tapi salah saya. Sewaktu menghabiskan buku ini mood saya memang sedang agak tidak bagus. Buku ini judulnya Accelerated SQL Server 2008 karangan Rob Walters.
Sebenarnya tujuan saya membaca buku ini adalah untuk mempermudah peralihan ke SQL Server 2008 karena saya sama sekali nggak jago basis data. Namun ada satu masalah. Buku ini isinya tidak secara spesifik membahas SQL Server 2008. Ada banyak hal yang saya sudah tahu terpaksa di-skip (bayangkan saja, saya skip ratusan halaman). Sejauh ini saya belum pernah benar-benar menggunakan SQL Server 2008, saya lebih senang mengandalkan SQL Server CE yang (meskipun sangat terbatas) simple dan portable serta meninggalkan footprint kecil. [skor : 5 / 10]

Buku paling akhir yang saya baca adalah yang paling seru. Judulnya Kartun Riwayat Peradaban dari Larry Gonick. Buku ini sudah saya punyai sejak dua tahun lalu (serta sempat pindah tangan ke belasan orang). Baru kemarin saya sukses menyelesaikan ketiganya. Maklum baru beli sudah dipinjam, jadi saya malah baru kebagian kesempatan buat membacanya. Buku ini total ada tujuh seri, tapi yang Bahasa Indonesia setahu saya baru tiga.
Buku ini sukses membuat saya ngakak tanpa menyebabkan penurunan IQ. Gonick menceritakan peradaban-peradaban besar dunia, mulai dari Yunani, Romawi, Tiongkok, India, Babylonia, hingga Arabia. Banyak anekdot yang digambarkan oleh Gonick membuat kita melihat legenda peradaban dari sisi lain. Misalnya kecurangan Salomo ketika merebut takhta, ketimpangan pengadilan zaman Yunani, kepolosan bangsa Mesir purba, dan sebagainya. Jika anda belum membaca buku ini, saya rekomendasikan dia untuk mengisi liburan Natal anda. [skor : 8 / 10]





wew,
great for recommendation made to stick, i’ll catch it today.. in ur home? hahaha
ok,then..so what’s ur books meal plan this month?
@ferdian
I can bring it to the campus if you want.
currently finishing a Richard Feynman’s book.
okie dukie,…
in campus at 11 am? where will we meet?
@ferdian
hari ini kaga bisa. besok aja jam 11 menjelang jumatan di gedung A lantai 1. hehehe…
deal!
tertarik yg buku terakhir
pinjem donk wan
@asri
udah ga ada di sini. udah dipinjem temen ketiganya. itu emang buku yang jarang ada di lemariku.
stock nya masih ada ya ????
kalo beli smua dapet harga berapa nih ??
———-
@iaksz
duh… saya kan nggak jualan buku…
buku e koq aneh2 to wan.
bli di supratman itu? opo amazon?
pgn baca sg theologi evolusioner sm dibikin nempel
btw yg toko buku supratman itu dari plasa telkom dmana e?
@tobu
buku meh beli di mana aja bisa kan.
di Palasari.
kalo kamu kan dari ITB, coba turun sepanjang jalan supratman. itu pokoknya di kanan jalan, aku juga lupa pasnya.