Bulan yang aneh. Sepanjang September kemarin saya membaca 14 buku. Jadi bukan lagi cuma 5 buku lagi. Gara-garanya kemarin saya nggak pulang kampung, jadi terpaksa harus melewatkan liburan seorang diri di kota mati. Sambil baca buku. Hehehe…

Buku yang saya pilih bulan ini pun sebenarnya sangat motivational, sebab buku-buku seperti itu memang paling bagus untuk mengisi kesendirian. Lagipula dengan keluar dari rutinitas harian saya bisa bereksperimen lebih banyak untuk pengembangan diri. Anyway, inilah lima buku yang paling berkesan yang saya baca bulan ini.
It’s All Small Stuffs
Buku pertama yang saya selesaikan adalah Don’t Sweat The Small Stuffs karangan almarhum Richard Carlson. Lucunya saya baru menyadari bahwa buku ini sebenarnya tidak cocok saya baca sekali habis. Bukan berarti buku ini jelek, namun isinya yang dipilah-pilah sebenarnya lebih cocok dibaca secara random pada saat kita merasa butuh dukungan moril.

Bukunya kecil (yang versi Indonesia juga kecil). Jadi bisa ditaruh di saku dan dibaca sewaktu-waktu. Esensi buku ini adalah : jangan mempermasalahkan hal-hal sepele. Tujuan hidup bukanlah menyelesaikan tugas-tugas, melainkan menikmati seluruh prosesnya. Oleh buku ini, kita diharap memandang suatu masalah dengan bertanya ke diri sendiri : apakah hal ini masih relevan satu tahun ke depan? Ataukah saya cenderung membesar-besarkan masalah dan menganggap ini penting? [skor : 7 / 10]
Buku berikutnya adalah Fight Like A Tiger, Win Like A Champion oleh Darmadi Darmawangsa dan Imam Munahdi. Meskipun isinya seperti buku Richard Carlson, tapi yang dibahas di sini lebih banyak soal hal-hal besar, bukan masalah sepele. Buku ini sangat inspiratif dan cocok menjadi panduan bagi para ‘manusia gila achievement‘.
Di dalam buku ini terdapat banyak cerita menarik. Jadi membacanya sepanjang hari pun terasa menyenangkan. Salah satu kisah favorit saya adalah Power of Belief-nya Roger Bannister. Waktu itu, dokter di Inggris percaya bahwa rekor lari 1 mil adalah 4 menit. Jika lebih cepat, sang pelari akan mati karena jantungnya pecah. Selama 50 tahun keyakinan itu bertahan. Namun Bannister dengan penuh percaya diri berlari menembus batasan itu pada 1954, dia mencatat rekor 3 menit 59 detik. Dalam waktu satu tahun, 317 pelari lainnya berhasil memecahkan rekor Bannister.
Semula para pelari mempercayai ucapan dokter bahwa batas maksimum adalah 4 menit. Namun setelah para pelari melihat bahwa Bannister sanggup menembus rekor 4 menit, barulah mereka berpikir bahwa mereka juga bisa. Artinya, batasan kita sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh keyakinan kita sendiri. [skor : 8 / 10]
Buku ketiga adalah buku teknis yang isinya tentang teknologi yang lumayan baru yaitu Pro WF : Windows Workflow in .NET 3.0. Buku ini saya baca secara berurutan dengan judul buku lainnya yaitu Foundations of WF : Introduction to Windows Workflow Foundation. Buku yang saya bahas di sini ternyata relatif lebih susah dibandingkan yang satunya.

Hal-hal pokok yang dibahas di sini sebenarnya standar saja. WF merupakan teknologi baru .NET yang muncul pada tahun 2006. Dengan menggunakan WF kita dapat merancang workflow tanpa meninggalkan lingkungan Visual Studio dan workflow yang kita rancang tadi bukanlah sekedar diagram, melainkan aplikasi itu sendiri! Buku ini secara gamblang menjelaskan cara perancangan aplikasi berbasis WF. Bagi yang sudah terbiasa dengan C#, buku ini bisa jadi panduan yang sangat baik untuk menguasai WF. [skor : 7 / 10]
Beautiful Web Design
Buku ini mungkin bisa jadi bad joke. Masalahnya saya bukan seorang desainer web. Saya hanya membaca buku ini karena kebetulan ada tugas untuk mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer tentang user-interface. Buku bagus ini judulnya The Principles of Beautiful Web Design.

Ketika pertama kali membuka buku ini, saya otomatis terkesan. Desain buku ini sangat bagus. Berbeda dengan buku-buku teknis lainnya. Paduan warna dan tipografi-nya pun keren. Saya rasa buku ini lebih banyak mengajari saya bagaimana cara mendesain buku daripada cara mendesain web. Meski begitu buku ini mengajari saya banyak hal. Dari buku ini saya baru tahu bahwa user interface tidak sesimpel yang saya duga. Ada yang namanya psikologi warna, temperatur website, dan bread & butter layouts (ugh!). [skor : 7 / 10]
Bagaimana dengan buku yang ada di photo paling atas? The Secret of Super Achievers karya Philip Baker mungkin masih terasa terlalu religius bagi saya. Saya sendiri lebih senang panduan yang praktikal dan cenderung tidak Tuhan-sentris. Namun secara umum isinya cukup sejuk untuk dijadikan bahan renungan.
Di dalamnya saya menemukan banyak pesan bijak. Salah satunya adalah kita harus mengasah keberanian kita untuk menghadapi sesuatu. Winston Churchill pernah berkata : "Jika kita menemui bahaya, kemudian berbalik dan berlari, maka bahaya itu akan menjadi dua kali lipat. Sebaliknya apabila kita menghadapinya, maka bahaya akan menjadi tinggal setengahnya." Di dalam buku karangan Baker ini kita bisa menemukan banyak kisah tentang kehidupan para Super Achievers dan sudut pandang pemikiran mereka. [skor : 5 / 10]





mau donk buku yang The Principles of Beautiful Web Design.
hehe
@Amrul
see your inbox.
Ga’mau kalah ma wirwan buku yang aku baca
1. Ad Hoc Mobile Wireless Network 8/10
2. Ayat2 Kauniyah 9/10
3. Stealing the network: how to own the box (buku danger)10/10
4. Sybex CCNA study guide. 8/10
Dah empat aja berhubung you juga bahas 4 buku. ;D
@suryopranoto
busyet… networking semua.
cuman satu yang religi.
btw, u murah nilai ya…
Buku ke-4 beli dimana kak?
Belanja