Indonesia memang tidak biasa merayakan Halloween. Namun karena banyak teman saya di luar sana yang sedang demam Halloween, saya pun ikut bikin posting bernuansa creepy. Namun saya tak berbakat menulis cerita horor atau mistik, jadi saya nulis tentang kisah nyata saja.

Kali ini tulisan saya akan menuntun anda untuk kembali ke era Victoria. Era Victoria adalah suatu masa ketika Kerajaan Inggris menjadi negara super power di bawah Ratu Victoria. Di balik kultur mereka, tersisip kisah menyeramkan tentang foto-foto yang tersisa dari peninggalan masyarakat Victoria. Ya. Sebuah masyarakat yang pernah mendiami dunia ini 150 tahun yang lampau.


[baca selengkapnya]

Kategori: Interesting
 

Besok saya akan mulai UTS, jadi weblog ini tidak akan di-update untuk sementara. Lucunya, UTS pertama yang akan saya hadapi besok Senin adalah Kewarganegaraan (civics). Kuliah informatika tanpa Kewarganegaraan bagaikan nonton film tanpa iklan.

Nah, untuk mendinginkan suasana sebelum membaca berbagai hal-hal berbau politik, budaya, dan hankam, saya menuliskan 20 ide ngasal dari ribuan pelajaran hidup. Tulisan ini mungkin sekedar kumpulan ironi yang lebih boleh jadi bermanfaat atau sekedar bahan tertawaan. Namun ide nan dangkal bisa jadi dalam, tergantung bagaimana kita menyikapinya.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight
 

Sebagai seorang mahasiswa IT, saya adalah korban pelecehan visual. Cukup sudah hari-hari saya lewatkan untuk menonton presentasi yang buruk. Benar-benar buruk. Pelakunya bisa dosen, bisa asisten dosen, bisa mahasiswa, bahkan tidak jarang pula pejabat pemerintah!

Tulisan ini saya buat setelah audiens memberikan komentar bahwa slide presentasi saya berbeda dengan yang lain. Begitu menyenangkan untuk diikuti, katanya. Mungkin itu komentar yang terlalu berlebihan, namun setidaknya berarti dia mengakui saya presenter yang baik. Hehe. Nah, kali ini saya akan menulis tentang beberapa kesalahan utama presentasi dengan Powerpoint.


[baca selengkapnya]

Bulan yang aneh. Sepanjang September kemarin saya membaca 14 buku. Jadi bukan lagi cuma 5 buku lagi. Gara-garanya kemarin saya nggak pulang kampung, jadi terpaksa harus melewatkan liburan seorang diri di kota mati. Sambil baca buku. Hehehe…

Buku yang saya pilih bulan ini pun sebenarnya sangat motivational, sebab buku-buku seperti itu memang paling bagus untuk mengisi kesendirian. Lagipula dengan keluar dari rutinitas harian saya bisa bereksperimen lebih banyak untuk pengembangan diri. Anyway, inilah lima buku yang paling berkesan yang saya baca bulan ini.


[baca selengkapnya]

Kategori: Books | Review
 

Pada tahun 1904, seorang ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto mengungkap bahwa 80% uang di Italia dimiliki oleh 20% orang terkaya. Pandangan itu digeneralisasi oleh Joseph Juran, seorang ekonom Romania, ke berbagai kasus bisnis, khususnya quality management.

Menurut Juran, rasio 80-20 itu menjadi semacam rule of thumb (patokan) di dalam banyak kasus bisnis. Misalnya : 80% pendapatan kita berasal dari 20% cabang usaha kita, 80% dari waktu kita dihabiskan untuk melayani 20% klien kita, dan sebagainya. Simplifikasi yang boleh dibilang kasar dan (menurut saya) ngawur, namun ternyata banyak manfaatnya.


[baca selengkapnya]

Posting ini sekedar kumpulan gambar nostalgia. Ada perkembangan sangat pesat yang tidak kita sadari, yaitu bahwa wajah internet 7 tahun yang lampau (2001) benar-benar jauh berbeda dengan wajah internet kita saat ini.

Seperti apa internet pada tahun 2001? Saat itu saya masih rely on kecepatan koneksi 2-3 KB/s dari SoloNet, Wikipedia baru dibentuk, detikcom masih bi-lingual (Indonesia dan English), desain situs STT Telkom masih kelihatan seperti template Geocities, masih ada Lovemail, Satunet, dan ehm… NgakakDotCom. Sekarang kita lihat saja penampilan ‘masa lalu’ mereka.


[baca selengkapnya]