Sudah selesai. Tidak nampak lagi kabut tipis yang menyelimuti persawahan di Jenar. Tidak ada lagi panas matahari Purworejo yang membakar kulit. Semua itu tinggal kenangan. Gladi selama enam minggu di Kancatel Purworejo baru saja berakhir hari ini.

Malam tadi ketika deru mesin lokomotif berakhir di Stasiun Solo Balapan, saya merasa segalanya terlalu cepat berlalu. Mungkin saya tidak akan pernah kembali ke tempat yang sama. Ada tersisa dari sana sekumpulan kisah kecil dan tidak begitu penting, saya menyebutnya remeh-temeh, yang telah ikut mewarnai perjalanan selama enam minggu tersebut.
Tentang Pekerjaan Telkom
Kontras dengan era kejayaan Telkom pada masa lampau, kini telepon kabel sudah tergeser oleh telepon nirkabel. Apabila dulu pelanggan mencari-cari orang Telkom untuk pasang telepon, kini sebaliknya. Kamilah yang terpaksa harus menjadi door-to-door salesman untuk menawarkan pemasangan telepon. Pernah suatu ketika saya bersama Pak Cipto menyusuri sebuah desa kecil di daerah Bayan dan hanya berhasil mendapatkan satu orang calon pelanggan saja.

Kantor Yantel Purworejo membuat Speedy Zone yaitu akses internet gratis berbasis Wi-Fi. Pada saat itu saya kebagian tugas untuk mendesain spanduk pengumuman. Dengan warna dominan biru sesuai identitas Telkom, spanduk tadi kemudian dipasang pada halaman depan Kancatel Purworejo. Sekedar informasi, laptop yang menjadi model di spanduk itu merk-nya Compaq Presario.
Suatu hari saya sedang mengecor untuk membuat tiang beton. Tiang beton ini nanti direncanakan menjadi inovasi ekonomis pengganti tiang besi. Sedang asyik ngecor beton, saya mendapatkan SMS iseng : "Menurut perhitungan weton, kamu gak cocok jadi tukang cor beton. Kamu cocoknya jadi graphic designer." Halah. Jadilah saya kebagian tugas mendesain spanduk.
Animo internet masyarakat Purworejo masih sangat rendah. Kami harus selalu berjuang untuk mendongkrak jiwa internetarian mereka. Meskipun Speedy masih tanpa saingan di sana, apa yang kami lakukan tak ubahnya menabur benih di laut. Ketika ikan-ikan itu besar nanti, belum tentu Telkom yang memanen hasilnya karena mungkin saat itu sudah ada ISP lain yang masuk. Namun Pak Sugeng berkata : yakinlah, kapal Telkom itu pukatnya sangat besar. Telkom sudah sangat siap bersaing untuk memanen hasil nantinya.
Di Luar Rutinitas Kantor
Di depan warung langganan kami, ada seorang tukang parkir yang pseudo-gila. Bentakan dan omelan si tukang parkir kerap membuat teman-teman saya ketakutan. Sementara saya sendiri menganggap dia lucu dan menjawab semua pertanyaannya dengan bentakan juga. Repotnya di antara kami memang hanya saya yang bisa bicara dalam bahasa Jawa, apalagi membentak dalam bahasa Jawa. Lama kelamaan teman-teman saya yang ketakutan tadi selalu memarkir sepeda motor mereka jauh-jauh dari warung tersebut, terus jalan kaki!

Perjalanan Prambanan Ekspres dari Kutoarjo ke Jogjakarta kadangkala cukup unik. Kereta api yang berangkat pukul 15.00 selalu sepi. Bahkan pernah suatu waktu saya menjadi lone passenger di dalam sebuah gerbong. Meskipun rasanya bagai menyewa seluruh gerbong, tidak banyak yang mampu saya lakukan di sana. Boleh jadi inilah kelas bisnis yang lebih eksekutif daripada eksekutif.
Kenang-kenangan yang kami berikan kepada Junior Manager Kancatel Purworejo adalah sebuah jam dinding. Jam tersebut berlogo IT Telkom dan setiap angkanya diganti dengan foto kami. Jam lambang kenarsisan kolektif itu pun tadi siang langsung dipasang di ruangan kerja Asisten Junior Manager. Oh ya, foto saya ada persis di posisi angka sebelas.
Meski remeh, sayang untuk dilewatkan. Anda punya pengalaman Gladi?





ya,,, bgitu lah purworejo
*dejavu, benarkah saya blm mninggalkan jejak d blog wirawan?*
lho, nyampe nda sih td?
berasa aneh -_____-;
@asri
Sudah kayanya. Tapi berhubung blog ini sebagian besar aku coding sendiri, jadi banyak error-nya di sini. Masih bego. Hehehe…
hohoho.. mana pict jamnya? kok g ditampilin.. :p
blom pernah ke purworejo..
@scratchz
hahaha. ancur banget sih.
@emfajar
emang jarang sih orang yang pernah ke Purworejo.
saya sendiri juga baru sekali.
^asr srg kok k pwrj, srg bgt malah ;p
@emfajar, hayu sini main k pwrj ma asri ;p
Woh… Bagusnya sepurnya. (Maklum pengguna Kahuripan Express)
Ahahahahaha
@suryo pranoto
hahaha. Prameks itu sebenarnya kereta listrik dari Belanda yang dibeli PT KA. Ga heran kalo modelnya bagus, mirip MRT di Singapore.
Rutenya : Palur - Jebres - Balapan - Purwosari - Klaten - Maguwo - Lempuyangan - Tugu - Wates - Jenar - Kutoarjo.
Kereta apinya sepertinya bagus
@deniar
dan harga tiketnya cuma Rp 7000 untuk 1 jam perjalanan
kok bersih yah gerbong keretanya??
Purworejo, kaya pernah denger….
Ada anak purworejo yg kul di IT Telkom nggak sih? :-)
Oleh2 mana wan? Lanting juga diterima kok…
Besok nyobain pramex ah…
Orang kutoarjo tapi belon pernah naek pramex neh, xi3 :-)
@Amrul
soalnya orang Solo halus-halus…
@w@y
ada beberapa orang deh kayanya. Suadit, Suwahyu, Suasri…
kok gak gladi di Solo mas ?
pengalaman geladi saya, ketemu ibunya mas wirawan di pasar gedhe waktu instalasi speedy
@shevo
bosen di solo. cari pengalaman di tempat lain.
oh ya? pasti bukan pasang Speedy di rumahku. soalnya di rumahku sudah pake Telkomnet Instan, IndoNet, sama Speedy Personal.