Terlambat tiga belas hari. Gara-gara harus Gladi di Purworejo, saya tidak memiliki banyak waktu untuk membaca buku. Akibatnya, secara efektif bacaan bulan Juli baru mampu saya selesaikan pada tanggal 11 Agustus kemarin.

Beberapa buku yang saya baca kali ini cukup unik. Jika melihat foto di atas, salah satunya adalah Laskar Pelangi. Tiga buku lainnya pun, tumben, tidak punya hubungan dengan informatika. Hanya satu buku tipis yang saya baca berhubungan dengan informatika, karena kebetulan temanya juga sesuai dengan tema rencana Tugas Akhir saya.
Manusia Adimanusia
Jujur saja, saya sudah lama tidak baca novel asli Indonesia. Namun selama di Solo kemarin, saya berhasil menyelesaikan Laskar Pelangi dalam waktu yang relatif singkat. Buku ini berkisah tentang sepuluh bocah kampung dari Belitong yang berusaha mengenyam pendidikan di tengah kondisi kemiskinan yang mencekik. Buku karangan Andrea Hirata yang telat saya baca tiga tahun ini isinya sangat menarik meskipun tidak sedahsyat yang dibicarakan orang.
Beberapa bagian buku ini memaksa saya tertawa. Terutama kisah si Lintang, anak kampung yang sudah ahli menyelesaikan persamaan integral sejak bangku SMP. Jika merujuk ke pengalaman saya, anak seperti dia seharusnya mendapatkan medali emas Olimpiade Sains Nasional!
Terlepas dari hal itu, buku ini terasa sangat dekat. Meskipun saya bukan orang kampung, apalagi orang Belitong. Penokohannya begitu hidup dan mendalam. Isinya tidak hanya menggugah rasa haru, namun juga membangkitkan nasionalisme dan rasa prihatin akan pendidikan. Tidak salah apabila buku ini menjadi best-seller. [Skor : 7/10]

Buku kedua adalah tulisan George Bernard Shaw, Manusia Adimanusia (Man and Superman). Jika Laskar Pelangi terlambat saya baca tiga tahun, maka buku ini terlambat saya baca 105 tahun! Buku yang diterbitkan pada tahun 1903 ini merupakan buku filsafat yang dikemas dalam bentuk novel.
Lewat karyanya, Shaw berusaha membalikkan pandangan masyarakat pada masa itu. Termasuk di antaranya sosialisme dan eksistensialisme. Bagian dari drama yang paling berkesan adalah saat John Tanner (pria semodel Don Juan) berdebat dengan Setan di Neraka dalam sebuah anekdot yang nakal dan satiris.
Karena copyrightnya kadaluwarsa akibat usianya yang sudah ratusan tahun, buku ini dapat anda baca dengan gratis di sini. [Skor : 7/10]
New Testament Times

Saya merupakan penggemar buku sejarah. Buku sejarah yang baru-baru ini saya baca adalah karangan Charles Ludwig yaitu Para Penguasa pada Zaman Perjanjian Baru. Buku ini bukan buku agama. Isinya tentang kehidupan para penguasa di zaman Kristus. Mulai dari Raja Herodes Agung hingga ke Kaisar Trayannus. Dikisahkan pula tentang kehidupan pribadi Pontius Pilatus, Kaisar Nero, Kaisar Caligula, Kaisar Domitian, Kaisar Agustus, dan Bar-Kokhba.
"Namailah anak-anak kalian Paulus dan anjing-anjing kalian Nero."
- Pepatah Romawi -
Buku ini ditulis pada tahun 1976, tentu tidak mengherankan apabila materi yang sama saat ini sebenarnya bisa kita dapatkan dengan mudah dari Wikipedia. [Skor : 6/10]
Self-Discipline in 10 Days karya Theodore Bryant adalah buku keempat. Isinya adalah langkah-langkah dalam mengatasi rasa takut gagal, takut sukses, takut ditolak, takut medioker, dan takut resiko. Bagi saya poin "takut sukses" adalah yang lumayan menarik. Di samping rasa ingin sukses ternyata ada juga yang takut sukses, mulai dari rasa khawatir jadi pusat perhatian, rasa khawatir akan dikritik terus, rasa tidak layak untuk sukses, hingga rasa takut kesepian.
Secara pribadi, self-discipline jauh lebih unggul daripada motivasi. Berdasarkan pengalaman saya motivasi perlu terus menerus dipompakan ke dalam pikiran kita. Sementara itu self-discipline jauh lebih langgeng, karena itu lama kelamaan cenderung membentuk habit. [Skor : 7/10]

Selama bolak-balik Solo-Kutoarjo dengan Prambanan Ekspres, ada satu buku yang menemani perjalanan saya, judul buku itu Fuzzy Multi-Attribute Decision Making karangan Sri Kusumadewi. Buku ini saya baca karena memang saya mempunyai keinginan memilih topik Decision Support System sebagai tugas akhir. Hanya saja, membaca buku ini di kereta bikin saya kelihatan nerd.
Bahasan utamanya berkisar antara pengambilan keputusan multi atribut dan pembobotan. Isinya tidak terlalu sulit. Bagus untuk referensi, terutama bagi yang malas membaca textbook yang berbahasa Inggris (sudah tebel, bahasanya susah!). [Skor : 5/10]
Buku Keenam. Sebenarnya ada satu buku lagi yang saya baca. Yaitu buku Babi Ngesot karangan Raditya Dika. Setelah baca buku ini, rasanya IQ-ku anjlok.





wah parah!! masa kamu bilang bukunya raditya dhika bikin IQ jongkok..
yah yang menarik dari blog wirawan karena kita bisa melihat sisi atau pendapat yang berbeda dengan yang biasanya.
Contohnya i disagree wif his opinion bout radit,
but i agree bout laskar plangi
‘tidak sedahsyat yang dibicarakan orang’
@scratchz
aku ga bilang IQ jongkok.
tapi justru kalo bikin yang baca gila itu sebenarnya justru bagus karena tujuan buku itu kan emang lelucon.
@sandi
mungkin akunya aja yah yg ga cocok baca buku gituan.
kebanyakan baca textbook nih.
“beauty is on the eye of beholder.”
betul wan, kalo baca buku pelajaran di kereta keliatan kayak nerd, tapi kalo baca buku komik di kereta keliatan kayak otaku, kalo baca buku porno di kereta keliatan kayak om-om mesum, sebaiknya kita ngapain di kereta ??
TIDUR
wan, bikinin TA dong, belon nemu ide nih…
dirimu bisa juga toh baca buku selain buku komputer?
masih normal ternyata…
@Amrul
aku paling susah tidur di kendaraan. hehehe…
@w@y
ya jelas…
kalo lima buku komik semua mah seratus sebulan juga sanggup
ck ck ck kalo teknik weleh weleh
@rIZKY
saya juga baca komik. tapi nggak perlu dibahas lah