Mesin waktu itu tidak akan ada. Itu adalah jawaban saya waktu SD ketika seorang sahabat bertanya apakah di masa depan bakal ada mesin waktu. Mengapa? Sebab andaikan mesin waktu benar-benar ada, seharusnya saat ini kita sudah bertemu dengan orang-orang dari masa depan.

Namun ternyata masalahnya tidak sesederhana itu. Terlepas dari akan ada atau tidaknya mesin waktu, terdapat paradoks yang cukup menggairahkan untuk dibahas. Soal mesin waktu sendiri tentunya kita sudah tidak asing, sebab ada banyak film yang mengisahkan keberadaannya seperti Back to The Future, Doraemon, dan Quantum Leap.
Paradoks Sang Waktu
Paradoks paling terkenal diangkat oleh Rene Barjavel pada tahun 1943. Di dalam bukunya yang berjudul Le Voyageur Imprudent, Barjavel mengisahkan sebuah paradoks tentang kakek. Tokoh di dalam novel tersebut menggunakan mesin waktu untuk kembali ke masa lampau. Kemudian dia membunuh kakeknya sendiri, sebelum sang calon kakek bertemu dengan calon neneknya.
Kalau kita logika, apabila kakek dan neneknya tidak jadi menikah, seharusnya orang tuanya tidak pernah lahir di dunia ini. Jika orang tuanya tidak pernah ada maka seharusnya sang pembunuh tadi pun seharusnya juga tidak pernah ada! Tapi konyolnya, jika dia tidak ada, lalu siapakah orang yang membunuh kakeknya?
Jika ditelusuri lebih aneh lagi. Jika dia membunuh kakeknya, maka dia tidak pernah ada. Jika dia tidak pernah ada, maka kakeknya tidak terbunuh. Jika kakeknya tidak pernah terbunuh, maka dia seharusnya ada lalu membunuh kakeknya. Jika dia membunuh kakeknya, maka dia tidak pernah ada, dan seterusnya. Absurdum ad infinitum!
Paradoks di atas membawa kita ke kesimpulan akhir bahwa mesin waktu itu mustahil ada.
Namun para fiksioner ilmiah selalu mencari-cari penyelesaian. Salah satu argumentasinya adalah pre-destinasi. Bahwa segala sesuatu di dalam hidup kita sebenarnya telah ditakdirkan. Contohnya di dalam komik Doraeomon, Sewase (cucu Nobita) mengirimkan Doraemon untuk menolong sang kakek agar dirinya kelak tidak jatuh miskin. Apakah cucu Nobita itu miskin? Tidak. Dia mengirim Doraemon ke masa lampau memang supaya dirinya tidak jatuh miskin. Bingung? Banget!
Di dalam dunia yang seperti itu, maka segala hal yang dilakukan oleh sang time-traveller tidak akan berhasil mengubah takdir. Misalnya usaha sang pembunuh tadi untuk membunuh kakeknya sendiri akan selalu menemui kegagalan. Lalu untuk apa Doraemon dikirim?
Possible Parallel World
Argumentasi lain (yang lebih bisa diterima) adalah kemungkinan adanya dunia yang paralel. Hal ini berarti dunia kita tidak hanya dibangun atas satu timeline, melainkan banyak timeline. Dengan kata lain dimensi waktu tidaklah linear.
Apakah yang terjadi seandainya seseorang membunuh kakeknya? Dia akan menciptakan sebuah dunia lain yang dirinya tidak ada. Dunia tadi secara paralel berjalan bersamaan dengan dunianya yang sekarang. Namun di dunianya yang asli, dia tetap eksis.
Namun hal ini juga menimbulkan masalah yang lain. Di dalam kisah fiksi ilmiah dikisahkan bahwa seseorang kembali ke masa lampau untuk mencegah suatu musibah terjadi di masa depan. Andai dunia kita ini memang paralel, maka sebenarnya yang dia lakukan bukanlah mencegah sesuatu terjadi. Melainkan hanya pindah timeline untuk menciptakan dunia paralel yang baru.
Berarti usaha yang dia lakukan dengan kembali ke masa lampau is almost pointless.
"Man … can go up against gravitation in a balloon, and why should he not hope that ultimately he may be able to stop or accelerate his drift along the Time-Dimension, or even turn about and travel the other way."
- H.G. Wells -
Memperdebatkan soal paradoks waktu memang tiada habisnya. Sudahlah.
Salah satu hal menarik yang saya pikirkan adalah apabila saya setiap jam mengunjungi diri saya di suatu waktu pada masa lampau. Maka dalam satu waktu bisa terdapat tiga atau empat Wirawan Winarto sekaligus. Pasti seru.





Hmm, wan lalu gimana teori relativitas waktu yang dikemukakan Enstein. apa itu berkaitan juga dengan “mesin waktu”.
Terus apakah kalo kita bergerak dengan kecepatan di atas cahaya, maka kita tidak bisa melihat bayangan kita sendiri di cermin?
Ayo wan, kupas tuntas tentang mesin waktu ini. Menarik deh…
Hmm, wan lalu gimana teori relativitas waktu yang dikemukakan Enstein. apa itu berkaitan juga dengan “mesin waktu”.
Terus apakah kalo kita bergerak dengan kecepatan di atas cahaya, maka kita tidak bisa melihat bayangan kita sendiri di cermin?
Ayo wan, kupas tuntas tentang mesin waktu ini. Menarik deh…
klo ada mesin waktu berarti setiap orang pasti tidak akan memiliki kesalahan..
waowwwwwww…… memang waktu rahasia sang pencipta
wah tulisan yang bagus..
yah gimana ya. kan katanya gak ada yang gak mungkin di dunia ini.
bolak-balik ruang waktu, nanti dikemplangin polisi waktu.
satu wirawan aja dah repot 4 wirawan apalagi
Dear All, sorry semua comment masuk ke spam kemarin. Ada yang error di sini
@scratchz
iya sih. kalo bergerak lebih cepat dari cahaya seharusnya mata kita gak bisa nangkap pantulannya di cermin.
teorinya Einstein soal waktu itu aku bingung jg sih.
@emfajar
yup. dan kalo dipikir-pikir akan semakin ruwet lagi.
@afwan
Amin.
@Anwar & The Backbone
Kayanya selain film Doraemon ada deh yang soal Time Patrol itu. Hehehe film apa yah.
@Dody
Ntar kalo ada 4 kayanya bisa juara Imagine Cup. Hehehe.
Jika memang parallel world itu ada… berarti ada juga dunia dimana Alliance (Sekutu) kalah Perang Dunia II dan Nazi jadi penguasa dunia…
Sudah ada yang pernah baca “Timeline” karya Michael Crichton??
@erwien
hahaha. bisa gila kalo mikirin dunia paralel. apakah itu berarti dunia utopia juga ada?
belum baca bukunya Crichton, bisa jadi project bulan depan tuh! Hehehe…
Berdasar teorina einstein…kayaknya mesin waktu emang ada deh…tapi cuman one way…jd cuman bisa kemasa depan…tapi ga’ bisa ke masa lampau…
Berdasar teorina einstein…kayaknya mesin waktu emang ada deh…tapi cuman one way…jd cuman bisa kemasa depan…tapi ga’ bisa ke masa lampau…
@Ario
aku malah blum baca teori-nya si bapak…
HeMM… Emang sech aku fikir “Paradoks waktu” emang enggak ada…, Tapi Seru juga kali ya kalau emang ada… hehe, kayak di film “The Lake House” misalnya…
@evan-t4ftaz4ni
aku belum pernah nonton “The Lake House”.
klw mnurut sya,tidak da yg tdak mngkin didnia ini,mngkin ja msin wktu itu bsa diciptakan oleh seseorang ahli yg sngat jnius di msa dpan,dia bsa mematah kan logika tentang mesin wktu yang sangt membingungkan,dan jga klw mnrut sya,jka msin wktu itu ada,kita bsa mlihat msa dpan atwpun msa lalu,tetapi kita tidak bsa mengubah takdir yang sudah ditetapkan oleh ALLAH SWT, ………….kita hnya bsa menjalaninya scra paralel dengan dunia nyata.
@khairul fauzi
sip.
kalo soal paradoks waktu yang si pembunuh mau bunuh kakeknya itu, itu jg ada yang kasi contoh: kalo orang masa depan balik ke masa waktu Thomas Alva Edison masih hidup(pake mesin waktu) dan memberitahu si Edison ttg bola lampu dan cara membuat bola lampu itu, kita pasti bingung, jadi yang sebenernya menemukan bola lampu itu siapa?(kalo mesin waktu bener2 ada)
#kevin
iya. karena knowledge yang didapatkan orang ‘masa depan’ itu tentunya berasal dari ciptaan Edison juga. jadi tercipta infinitum ad absurdum.