Tidak salah jika orang bilang bangsa Jepang itu punya dedikasi tinggi. Barusan saya menemukan artikel yang sangat menarik. Isinya tentang Hiroo Onoda, seorang letnan Jepang yang melakoni Perang Dunia II selama hampir 30 tahun.

Membaca judulnya saja mungkin membuat kita mengernyitkan dahi. Diawali dari invasi Jepang ke Cina Daratan (1939) hingga jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki (1945), efektif Perang Dunia II hanya berlangsung selama enam tahun. Lalu bagaimana bisa sang serdadu menjalani pertempuran selama tiga puluh tahun?
Sudah selesai. Tidak nampak lagi kabut tipis yang menyelimuti persawahan di Jenar. Tidak ada lagi panas matahari Purworejo yang membakar kulit. Semua itu tinggal kenangan. Gladi selama enam minggu di Kancatel Purworejo baru saja berakhir hari ini.

Malam tadi ketika deru mesin lokomotif berakhir di Stasiun Solo Balapan, saya merasa segalanya terlalu cepat berlalu. Mungkin saya tidak akan pernah kembali ke tempat yang sama. Ada tersisa dari sana sekumpulan kisah kecil dan tidak begitu penting, saya menyebutnya remeh-temeh, yang telah ikut mewarnai perjalanan selama enam minggu tersebut.
Terlambat tiga belas hari. Gara-gara harus Gladi di Purworejo, saya tidak memiliki banyak waktu untuk membaca buku. Akibatnya, secara efektif bacaan bulan Juli baru mampu saya selesaikan pada tanggal 11 Agustus kemarin.

Beberapa buku yang saya baca kali ini cukup unik. Jika melihat foto di atas, salah satunya adalah Laskar Pelangi. Tiga buku lainnya pun, tumben, tidak punya hubungan dengan informatika. Hanya satu buku tipis yang saya baca berhubungan dengan informatika, karena kebetulan temanya juga sesuai dengan tema rencana Tugas Akhir saya.
Mesin waktu itu tidak akan ada. Itu adalah jawaban saya waktu SD ketika seorang sahabat bertanya apakah di masa depan bakal ada mesin waktu. Mengapa? Sebab andaikan mesin waktu benar-benar ada, seharusnya saat ini kita sudah bertemu dengan orang-orang dari masa depan.

Namun ternyata masalahnya tidak sesederhana itu. Terlepas dari akan ada atau tidaknya mesin waktu, terdapat paradoks yang cukup menggairahkan untuk dibahas. Soal mesin waktu sendiri tentunya kita sudah tidak asing, sebab ada banyak film yang mengisahkan keberadaannya seperti Back to The Future, Doraemon, dan Quantum Leap.
Seratus? Apa nggak kebanyakan? Pertama sih sebenarnya saya mau menulis 10, tapi keliru ketik jadi 100. Lucunya, kemudian saya berpikir, "Hell no! I can mention a hundred anyway!" Sekarang masalahnya tinggal bagaimana saya menulisnya satu per satu.

Semua orang pernah merasa jenuh atau bosan. Demikian pula dengan saya. Dengan mengenali hal-hal apa saja yang bisa membuat saya merasa nyaman, kita mampu mengurangi perasaan tidak enak. Banyak hal yang bisa mewarnai hari-hari kita yang terasa suntuk. Berikut ini seratus hal yang dapat mencerahkan keseharian saya. Semoga memberi inspirasi.
"Ini zaman OOP, cuk!" boleh jadi jargon para calon insinyur di kampus. Banyak junior saya yang bertanya-tanya : buat apa belajar pemrograman prosedural (imperatif)? Bukankah nantinya jika kita bekerja di perusahaan software, konsep yang kita pakai adalah OOP?

Suka tidak suka. Mau tidak mau. Boleh tidak boleh. Rela tidak rela. Ada sejuta justifikasi mengapa kita perlu belajar dari paradigma prosedural terlebih dahulu. Jika perguruan tinggi memutuskan bahwa mahasiswa harus mulai dari Pascal, bukan dari Java atau .NET, tentu mereka punya alasan yang cukup kuat. Berikut ini hasil cangkrukan saya dengan seorang sobat.
Malam kemarin di Prambanan Ekspres. Seorang lelaki paruh baya dengan kruk naik ke gerbong yang sudah penuh. Dia nampak kesulitan untuk mengangkat tubuhnya. Setelah hampir tiga menit dia berjuang, akhirnya saya sendiri yang berdiri dan membantu dia naik.

Saya bukan mau nyombong soal itu. Ada hal lain yang jauh lebih mengusik pikiran saya. Saat itu ada lebih dari 60 orang di sana, namun mengapa tidak seorang pun menolong bapak tadi? Apakah memang ini kultur perkotaan yang serba cuek? Rasanya bukan. Kali ini saya akan bercerita soal sindrom yang disebut dengan istilah Bystander Apathy (Darley, 1968).




