Pagi itu masih gelap ketika saya terbangun. Saya melangkah dengan ringan keluar kamar sembari menghirup udara pagi yang dingin. Dendang lirih With or Without You milik U2 mengiringi aktivitas pembuka hari itu : bercukur dan menyikat gigi.

Lagu yang demikian bersemangat, namun ringan dan lambat. Ada sensasi yang berbeda di tengah dunia yang serba cepat. Suara berat Bono yang penuh penghayatan memecah hening. Sementara saya mencabut sepasang push-up bar, titik-titik embun subuh menetes membasahi jendela kamar dengan perlahan. Terbersit sebuah ajakan untuk bergerak lebih lambat.


[baca selengkapnya]

Namanya Harun Yahya. Dia banyak berkutat di bidang kosmologi Islam. Salah satu pandangannya yang paling tersohor adalah penolakan terhadap Teori Evolusi. Buku-bukunya pun didesain sangat bagus dan ringan untuk dibaca. Belum lagi harganya relatif murah.

Ketika buku-buku tadi masuk ke Indonesia sekitar lima tahun yang lalu, saya pikir karyanya akan cepat terabaikan. Namun prediksi saya luput. Tulisan Harun Yahya yang agak tendensius terhadap Teori Evolusi itu ternyata diminati khalayak. Meski beliau bukan ilmuwan, banyak kaum terpelajar di seantero nusantara ini yang mengiyakan tulisan-tulisannya.


[baca selengkapnya]

November adalah bulan yang sibuk. Saya harus mengumpulkan proposal Tugas Akhir, melakukan presentasi kerja praktek, dan menjadi pembicara dalam waktu yang mepet. Belum lagi saya harus berbagi tanggung jawab untuk proses rekruitasi Programming Club.

Namun blogging tentunya jalan terus. Tak terkecuali postingan rutin yang satu ini, yang notabene saya tulis pada pukul tiga pagi. Tidak banyak yang mampu saya bagikan kali ini. Hanya dua puluh serpih pemikiran. Mau tahu apa saja yang ada di benak saya sepanjang awal bulan ini? Berikut ini adalah jatah untuk bulan November.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight
 

Ayam goreng bukan masalah remeh. Setidaknya itu pelajaran yang saya dapatkan ketika googling resep ayam goreng KFC malam tadi. Tentu anda tidak asing dengan istilah original recipe. Namun siapa sangka resep rahasia itu berada di bawah pengamanan yang luar biasa.

Kisah Kentucky Fried Chicken (KFC) berawal dari tahun 1930-an. Saat itu Kolonel Harland Sanders menjajakan ayam goreng buatannya pada lokasi pom bensin di North Corbin, Kentucky. Di tengah Great Depression yang melanda dunia Barat, produk tersebut sukses besar. Salah satu komponen penting dari kesuksesan KFC adalah resep rahasia yang bertahan hingga kini.


[baca selengkapnya]

Roda internet berputar dengan sangat kencang. Kalimat tweet anda sepuluh menit yang lalu sudah masuk kategori old post. Itu baru sepuluh menit. Bagaimana jika sepuluh tahun? Sampah berusia sepuluh tahun di cyberspace tak ayal sudah layak masuk museum purbakala.

Pada tanggal 26 Oktober 2009, Yahoo! resmi menutup service Geocities. Timbunan kenangan saya dan jutaan pengguna internet awal ikut terkubur bersamanya. Bukan masalah apakah anda juga pernah mempunyai kenangan bersama Geocities atau tidak. Tulisan saya kali ini toh tak lebih dari sekedar flashback dan nostalgia.


[baca selengkapnya]

Bulan ini mulai menulis lumayan telat. Maklum gara-gara router rusak, akses internet jadi susah dan merepotkan. Usut punya usut, router tua tersebut memang sudah masanya dipensiunkan. Tak ayal kami pun merogoh kocek untuk membeli yang baru.

Menilik tradisi, saya terbiasa membuat posting seperti ini setiap bulan. Namun berhubung masalah tadi, saya baru sempat mempublikasikannya di tanggal tua. Beberapa pemikiran berikut ini ditulis hanya beberapa saat seusai saya mengikuti event Pesta Blogger 2009 di Jakarta. Inilah hasil dari serpih-serpih pemikiran dangkal untuk bulan Oktober.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight
 

Telepon genggam umumnya bukan produk dalam negeri. Tidak heran apabila banyak kultur lokal yang tidak mampu terakomodasi di dalamnya. Salah satu kasus lazim mungkin adalah phonebook alias daftar nomor telepon dan atribut nama seseorang.

Sebutlah seorang rekanan studi di IT Telkom. Daftar nomor telepon di ponselnya terbilang cukup menarik, walau tidak unik. Apa pasal? Hampir setengah dari nama-nama di sana dibubuhi dengan embel-embel, entah itu Pak, Bu, Prof, atau bahkan Kak. Alhasil pengindeksan yang ada di daftar tersebut pun menjadi semi rancu. Lalu masalahnya?


[baca selengkapnya]

Suruh siapa kasih libur terlalu lama. Seperti biasa, jiwa backpacker saya berontak. Bersenjatakan kamera dan sepeda motor, saya menyepi ke sebuah desa yang (nampaknya) tak terkena dampak arus mudik. Hening dan beku. Terselip pada ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut.

Candi Ceto pastilah belum sefenomenal Candi Prambanan, sejawat Hindu-nya. Namun bicara soal urat petualangan, Candi Ceto boleh dibilang selevel lebih menjanjikan. Pada catatan ini saya akan berkisah tentang langkah saya menapaki Candi Ceto. Siapa tahu, anda kelak juga berkesempatan untuk berkunjung ke sana.


[baca selengkapnya]

Kategori: Activity | Review | Travel