Roda internet berputar dengan sangat kencang. Kalimat tweet anda sepuluh menit yang lalu sudah masuk kategori old post. Itu baru sepuluh menit. Bagaimana jika sepuluh tahun? Sampah berusia sepuluh tahun di cyberspace tak ayal sudah layak masuk museum purbakala.

Pada tanggal 26 Oktober 2009, Yahoo! resmi menutup service Geocities. Timbunan kenangan saya dan jutaan pengguna internet awal ikut terkubur bersamanya. Bukan masalah apakah anda juga pernah mempunyai kenangan bersama Geocities atau tidak. Tulisan saya kali ini toh tak lebih dari sekedar flashback dan nostalgia.


[baca selengkapnya]

Bulan ini mulai menulis lumayan telat. Maklum gara-gara router rusak, akses internet jadi susah dan merepotkan. Usut punya usut, router tua tersebut memang sudah masanya dipensiunkan. Tak ayal kami pun merogoh kocek untuk membeli yang baru.

Menilik tradisi, saya terbiasa membuat posting seperti ini setiap bulan. Namun berhubung masalah tadi, saya baru sempat mempublikasikannya di tanggal tua. Beberapa pemikiran berikut ini ditulis hanya beberapa saat seusai saya mengikuti event Pesta Blogger 2009 di Jakarta. Inilah hasil dari serpih-serpih pemikiran dangkal untuk bulan Oktober.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight
 

Telepon genggam umumnya bukan produk dalam negeri. Tidak heran apabila banyak kultur lokal yang tidak mampu terakomodasi di dalamnya. Salah satu kasus lazim mungkin adalah phonebook alias daftar nomor telepon dan atribut nama seseorang.

Sebutlah seorang rekanan studi di IT Telkom. Daftar nomor telepon di ponselnya terbilang cukup menarik, walau tidak unik. Apa pasal? Hampir setengah dari nama-nama di sana dibubuhi dengan embel-embel, entah itu Pak, Bu, Prof, atau bahkan Kak. Alhasil pengindeksan yang ada di daftar tersebut pun menjadi semi rancu. Lalu masalahnya?


[baca selengkapnya]

Suruh siapa kasih libur terlalu lama. Seperti biasa, jiwa backpacker saya berontak. Bersenjatakan kamera dan sepeda motor, saya menyepi ke sebuah desa yang (nampaknya) tak terkena dampak arus mudik. Hening dan beku. Terselip pada ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut.

Candi Ceto pastilah belum sefenomenal Candi Prambanan, sejawat Hindu-nya. Namun bicara soal urat petualangan, Candi Ceto boleh dibilang selevel lebih menjanjikan. Pada catatan ini saya akan berkisah tentang langkah saya menapaki Candi Ceto. Siapa tahu, anda kelak juga berkesempatan untuk berkunjung ke sana.


[baca selengkapnya]

Kategori: Activity | Review | Travel
 

Praktis bulan September ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Pekerjaan tercecer itu jadi urusan nanti. Ceceran biasanya berekor pada gerutuan teman-teman. Biarlah. Asal bukan sumpah serapah yang jadi ekornya.

Tidak terasa sudah bulan kesembilan. Kata guru SD ini adalah pintu menuju musim hujan. Kali ini mereka tidak salah, sebab baik di Bandung maupun di Solo hujan sudah mulai turun, meski dalam intensitas rendah. Omong-omong soal ikhtisar hidup, tak banyak yang bisa saya bagikan. Namun jatah tetaplah hak pembaca, berikut pelajaran untuk bulan September.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight
 

Aldous Huxley, pengarang Brave New World (1931), pernah mengungkapkan ketakutannya akan masa depan. Kemudahan kita menyebarkan informasi di masa depan mampu menyebabkan banjir informasi. Ketika informasi meluap, signifikansi berita menjadi pudar.

Twitter tak ubahnya bom kecil dari ledakan informasi yang diramalkan Huxley. Jangan salah. Saya punya account Twitter juga yang bisa anda ikuti di sini. Terkadang saya masih menggunakannya meskipun sangat jarang. Saat pertama kali mendengar soal Twitter pada pertengahan 2006, saya mengabaikannya. Setidaknya hingga saat ini. Berikut alasan saya.


[baca selengkapnya]

"Kamu enak. Kerja di Jerman digaji 1000 Euro. Itu kan sekitar Rp 14 juta." kata seorang eksekutif muda. "Nggak juga, bung! Di sana kan biaya hidupnya juga tinggi." tangkis yang satunya. Mungkin percakapan semacam itu sudah tidak asing lagi di telinga anda.

Sepuluh dolar Amerika, anda dapat apa? Tergantung di mana anda tinggal. US$ 1.00 di Indonesia pasti nilainya lebih tinggi daripada US$ 1.00 di Inggris. Tentu karena barang yang terbeli dengan nominal tersebut berbeda. Lalu bagaimana kita membandingkan keduanya? Pada tahun 1986, Pam Woodall muncul dengan solusinya yang terkenal : Big Mac Index.


[baca selengkapnya]

Kategori: Interesting
 

Awal bulan Agustus ini saya berbicara di hadapan 950 mahasiswa baru IT Telkom. Mahasiswa baru adalah kaum yang kebingungan. Banyak mahasiswa IT Telkom yang diterima di kampus tersebut tanpa maksud menjadikannya sebagai pilihan utama.

Ketika satu pintu kesempatan tertutup, banyak orang yang meratapinya. Banyak orang yang tidak paham bahwa jika satu pintu kesempatan tertutup, maka pasti ada pintu lain yang terbuka. Tidak jarang pintu yang kedua sebenarnya justru membawa mereka ke tempat yang lebih baik. Bicara soal pelajaran hidup yang tiada akhir, berikut ini jatah untuk bulan Agustus.


[baca selengkapnya]

Kategori: Thought | Insight